29 Permohonan Paspor Siap Diproses di MPP Bantaeng

Petugas keimigrasian beraktivitas di MPP Bantaeng.


STARNEWS.ID, BANTAENG — Pembuatan Paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bantaeng mulai terlihat. Sejak didirikan, sudah ada 29 warga Bantaeng yang mengajukan permohonan pembuatan paspor.

Para pemohon itu telah diperiksa kelengkapan berkasnya oleh petugas dari Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM) yang didampingi oleh Kepala Divisi Keimigrasian, Dodi Karnida.

Sebelum ini, wilayah kerja Kantor Imigrasi (Kanim) Makassar yang meliputi Kabupaten Bantaeng belum sepenuhnya melakukan pelayanan di MPP Bantaeng.

Layanannya terbatas hanya pada Pemberian Informasi Keimigrasian. Baik untuk warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

Namun demikian, hal itu sudah merupakan terobosan yang bagus. Sebab, hampir setiap dua minggu ada petugas imigrasi dari Makassar yang hadir untuk memantau permohonan yang diajukan masyarakat.

“Kami belum sepenuhnya melayani permohonan paspor di MPP ini karena masih dalam tahap penyusunan MoU antara Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan dengan Bupati Bantaeng,” ujar Dodi, Kamis (6/8/2020).

“Dalam MOU tersebut nanti, akan dituangkan antara lain, frekuensi pelayanan paspor oleh Kanim Makassar di MPP sini. Misalnya dua kali dalam satu bulan, atau mungkin malah satu kali setiap minggu. Tergantung kepada banyaknya jumlah pemohon,” lanjut Dodi.

Ia mengatakan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) terkait permohonan paspor ini.

Sehingga, setiap ada permohonan atau ada pertanyaan soal keimigrasian yang harus diselesaikan, langsung dibantu oleh petugas keimigrasian untuk mencarikan solusinya agar dapat melayani masyarakat dengan baik.

Terkait jumlah sebanyak 29 permohonan paspor yang baru masuk, Dodi mengakui ada banyak faktor yang membuat jumlah pemohon itu.

Di antaranya adalah karena pada saat pandemi ini, paspor bukan merupakan barang yang menjadi prioritas untuk dimiliki.

“Mudah-mudahan masa pandemi ini akan segera berakhir agar kehidupan dapat berjalan normal seperti sedia kala dan oleh karenanya, kami dalam kegiatan sehari-hari kkususnya dalam pelayanan keimigrasian selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata dia. (din/dam)

Terkait