6 Destinasi Wisata Unggulan Provinsi NTT

  • Whatsapp

STARNEWS.ID, Liburan bersama keluarga di akhir pekan tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan apabila dilakukan di tempat wisata unggulan seperti yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. 
Nusa Tenggara Timur (disingkat NTT) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini beribukota di Kupang dan memiliki 22 Kabupaten/Kota.

Berikut ini enam destinasi unggulan provinsi NTT  yang STARNEWS.ID rangkum dari nttprov.go.id, yang bisa anda kunjungi bersama keluarga tercinta.

Baca Juga

1. Teluk Hasan Maubesi

Teluk Hasan Maubesi

Teluk Hasan Maubesi merupakan tempat mendaratnya pendatang dari Yunan dan kemudian pendatang-pendatang ini menjadi nenek moyang orang Belu Selatan. Bahkan dari timbul penguasa tunggal Maromak Oan di Kerajaan Wesei Wehali yang sangat tersohor di Nusa Tenggara Timur ini.

Sedangkan MASIN LULIK merupakan fenomena gunung lumpur (mud volcano) yang terletak di dalam kompleks hutan lindung Hasan Maubesi. Masin Lulik adalah fenomena gunung lumpur yang menjadi tiga bukit dan mengandung minyak bumi. Tercium bau minyak di sekeliling lokasi. Kepercayaan orang Belu Selatan, tempat ini merupakan tujuan perjalanan bagi jiwa-jiwa orang yang telah meninggal. Masin Lulik dapat disebut juga Foho Oan Tolus.

2. Rumah Adat Lorodirma

Rumah Adat Lorodirma

Maibiku adalah dusun Tradisional yang khas/unik dengan pemendangan indah merupakan ibukota Loro Dirma dikala zaman Kerajaan dengan bangunan masih asli. Terdapat pembuat tenun ikat dan tarian Likurai, Tebe dan Bidu. Rumah Adat Lorodirma, terletak di Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur.

Jarak dari Kota Atambua 45 km. dapat ditemput ± dengan menggunakan kendaraan umum/angkutan kota, rental mobil maupun motor ojek. 

3. Perkampungan Tradisional Tuaninu

Perkampungan Adat Tuaninu – Foto: jalanwisata.id

Perkampungan Adat Tuaninu terletak di Desa Kusa, Kecamatan Malaka Timur ± 35 km dari kota Atambua kearah selatan. Untuk mencapainya anda harus menempuh perjalanan ± 1,5 jam. Perkampungan adat ini berada tepat diatas sebuah bukit, dikelilingi dengan pagar batu seperti sebuah benteng.

Selain itu batas antara satu rumah dengan rumah yang lain juga dikelilingi pagar batu. Konon menurut penuturan para Mako’an (Penutur adat ) pada zaman dahulu bumi masih dipenuhi dengan air, nenek moyang mereka menggunakan perahu atau kapal berlayar mencari tanah yang sudah tidak ada air lagi. Dalam pelayaran mereka, perahu mereka karam di bukit yang sekarang bernama tuaninu, Akhirnya karena melihat Tuaninu sudah kering maka merekapun turun dan bermukim disitu hingga sekarang.

Oleh sebab itu bentuk rumah mereka seperti kapal dan agar ada kesinambungan sejarah perjalanannya serta mengenang bahwa mereka adalah orang pelaut, maka nama ini diabadikan pada salah satu rumah adat yang ada sekarang Yakni rumah adat Kapitan Ronda. Kapitan sebenarnya dari kata Kapten, Ronda dari kata ronda atau berkeliling untuk menjaga keamanan.

Dalam perkampungan adat yang berpenghuni ± 33 KK ini terdapat 11 rumah adat. 9 dari 11 Rumah adat tersebut dihuni dan dijaga oleh manusia termasuk harta pusakanya,sedangkan 2 rumah adat, dihuni oleh makluk gaib.

Pintu Gerbang Utama Tuaninu

Dibawah pohon beringin ini berkubang seekor kerbau gaib yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sebagai penjaga pintu utama dari perkampungan ini. Oleh karena itu semua ritual adat harus dilaksanakan di tempat ini dulu baru ke rumah adat. Bagi pengunjung mohon tidak menyimpan barang.

Rumah Adat Laku Leik

Rumah adat inilah yang dihuni oleh sebutir telur buaya putih. Telur tersebut dapat berubah wujud menjadi seorang tentara jika kampung tersebut hendak diserang oleh musuh atau kawanan pencuri. Selain telur buaya putih tersimpan pula sebilah pedang pusaka yang bila dihunus akan berdering seperti lonceng gereja. Ketika anda berkunjung dan ingin menyaksikan telur tersebut,anda harus berani makan daging babi mentah dan beras mentah serta menggunakan kain tenunan asli dari kapas. Pakaian modern tidak disarankan karena resikonya ditanggung sendiri.

Rumah Adat Kapitan Ronda

Didalam rumah adat ini tersimpan Kunci Kapal pusaka dan pakain kerja Nakhoda. Ada pula timbangan atau Dacing kayu serta benda pusaka lainnya. Kaum perempuan berkumpul sambil menyaksikan ritual adat yang sedang dilaksanakan untuk mengetahui peristiwa apa yang akan terjadi dengan munculnya manusia siluman tersebut.

Aktivitas

Bagi anda yang ingin menjelajahi lokasi ini, anda akan menyaksikan buah karya para leluhur yakni rancangan sebuah kampung tradisional yang sangat unik. Juga bagi anda yang ingin belajar Tenun ikat Belu, boleh bertanya pada mama ini.

Ako­mo­dasi

Perkam­pun­gan adat Tu­aninu juga belum dise­diakan tem­pat pen­ginapan. oleh sebab itu sete­lah anda berke­liling di lokasi wisata ini anda dipersil­akan kem­bali ke kota At­ambua untuk men­ginap pada hotel-hotel yang ada.

Transportasi

Untuk mencapai lokasi perkampungan adat Tuaninu, anda dapat menggunakan jasa transportasi Ojek, Travel, atau mobil-mobil rental. Biaya transportasi PP ± 50 rb – 100 Rb per orang. Ketika sampai di kaki bukit anda dipersilahkan menunggang kuda yang sudah dipersiapkan untuk menuju ke tempat tersebut.

Kuliner

Disekitar lokasi perkampungan adat ini belum disediakan tempat untuk memperoleh makan. Yang ada di sekitar lokasi hanyalah makanan tradisional yang diperoleh dari hutan seperti Ubi hutan, kacang hutan yang sudah diproses hingga racunnya hilang.jagung bakar/rebus, pisang, Jadi diharapkan supaya anda membawah makanan sendiri. Untuk pelepas dahaga anda bisa menikmati suguhan air kelapa. Selain itu juga terdapat Sagu yang merupakan salah satu makanan khas kabupaten Belu, siap melayani anda untuk disantap.

Berbelanja

Di sekitar lokasi wisata anda dapat membeli souvenir yang disiapkan seperti : Kain Adat, Kain Tenun asli yang terbuat dari Kapas asli. Untuk masuk kedalam rumah adat Laku Leik harus memakai kain adat yang ini. Kain adat yang bahan pembuatannya dari benang toko. Anda dapat membeli souvenir yang lain disekitar lokasi ini.

4. Pantai Motadikin dan Pantai Abudenok

Pantai Motadikin, Belu, NTT

PANTAI MOTADIKIN merupakan salah satu pantai yang berada di wilayah Selatan Kabupaten Belu yang dapat ditempuh dengan jarak 70 km ke arah selatan dengan menggunakan kendaraan umum/angkutan pedesaan maupun motor ojek dan waktu yang ditempuh ± 1 jam .

Sebelum memasuki pantai ini anda dapat menikmati bentangan tambak-tambak ikan. Ditempat ini anda dapat menikmati keindahan sunset dan bulan purnama. Pada bulan Januari – Maret ombak dipantai ini cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk berselancar. Diwaktu senja dapat pula melihat pengunungan di Australia Selatan.

PANTAI ABUDENOK terletak di sebuah teluk. Teluk Abudenok terletak 80 km selatan kota atambua di dusun Umatoos desa Umatoos dengan menggunakan angkutan umum/angkutan pedesaan maupun ojek dengan waktu yang ditempuh ± 1 jam dan 30 menit. Untuk mencapai teluk ini, kita harus menggunakan perahu dengan lama perjalanan ± 30 menit. Pagi hari dapat melihat matahari terbit, jika hari cerah dapat terlihat gunung dan bukit di daerah Australia Utara.

5. Perkampungan Adat di Malaka Tengah

Perkampungan adat Malaka Tengah

LARAN merupakan Tatafik(tempat) bertahtanya raja/Maromak Oan We Sei We Wali, merupakan pusat Kerajaan Pulau Timor di zaman Kerajaan. Terletak 62 km dari kota Atambua.

BOLAN adalah dusun tradisional yang banyak menyimpan berbagai barang-barang kuno yang bersejarah. Setiap tahun diadakan pesta Jagung Muda/Hamis Oan/Saur Batur untuk menghormati dan menghargai barang-barang kuno. Acara dilakukan 3 hari 3 malam diakhiri lempar jagung dan tarian Tebe Bei Mau. Letak 47 km dari kota Atambua.

KATERI merupakan dusun tradisional yang terdapat gua-gua alam yang menjadi tempat berlindung disaat perang antar suku di zaman penjajah.

GUA LORDES merupakan tempat bersejarah dan menjadi tempat bagi Umat Beragama Katolik untuk melakukan ziarah setiap bulan oktober pada tahun genap.

HAITIMUK adalah ibukota desa Haitimuk yang merupakan perkampungan tradisional dan ibukota Haitimuk Kerajaan Loro Haitimuk zaman kerajaan. Terdapat gua bernama Maria Loro Haitimuk tempat ziarah umat beragama Katolik setiap minggu ketiga bulan Oktober.

6. Bendungan Benenain

Bendungan Benenain, Malaka, NTT. Foto: nttgov.go.id

Bagi masyarakat Betun dan Besikama daerah selatan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur kehadiran Bendungan Benenain menjadi sebuah penantian lama yang akhirnya tercapai. Pasalnya selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun daerah Betun dan Besikama hampir tiap tahunnya dilanda banjir.

Inilah Bendungan Benenain di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Bendungan terbesar di NTT yang dibangun dengan dana 59 milyar rupiah, ini bagi masyarakat 9 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Malaka merupakan obat mujarab, sebagai penangkal banjir yang selama ini kerap melanda setiap tahunnya.

Bendungan yang dibangun pada tahun 2005 dengan dana APBN tersebut, pada tahun ini rampung dengan infrastruktur pendukung berupa saluran irigasi sepanjang 180 kilometer, yang mampu mengairi 15 ribu hektar lahan produktif di wilayah tersebut. Dimana 10 ribu hektarnya adalah lahan basah. Untuk tahap pertama ini pembangunan daerah irigasi Malaka sudah mampu mengairi sebanyak 6000 hektar lahan basah di 5 kecamatan.

Bagi masyarakat daerah Malaka, ke­hadiran bendun­gan ini selain mampu men­ang­gu­langi per­soalan banjir se­tiap tahunnya, pe­man­faatan daerah iri­gasi ini mampu di­gun­akan untuk men­go­lah lahan per­tanian yang ada. Bay­angkan saja, dalam se­tahun musim masyarakat mampu melak­ukan panen se­ban­yak 3 kali, selain beras dan ja­g­ung, po­tensi hasil per­tanian yang men­jadi un­g­gu­lan daerah ini ada­lah kelapa, kacang, pis­ang dan ubi kayu serta tebu.

Untuk mengolah lahan pertanian dan penanggulangan persoalan banjir, bendungan Benenain ini dapat dikembangkan menjadi daerah pariwisata, sebab lokasinya yang berada diketinggian dengan sudut pandang yang sangat menarik menuju areal sawah di daratan Besikama. Bendung Benanain berkapasitas 13 m3/detik yang berada di Desa Kakaniuk-Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa Tenggara Timur telah selesai dibangun.

Itulah keenam destinasi wisata Provinsi NTT yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga di saat liburan tiba maupun diakhir pekan. Sudah pernah berkunjung ke tempat ini, bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar dibawah ini. (Bur/Int)

Pos terkait