8 Tersangka Pengedar Upal di Tiga Provinsi Diringkus Bareskrim

Suasana Jumpa Pers yang digelar Bareskrim terkait pengungkapan uang palsu. (foto ist)

STARNEWS.ID, BEKASI – Polisi berhasil meringkus 8 tersangka pengedar uang palsu (Upal) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Mereka mengedarkan upal di daerah Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah, Selasa (18/2/2020).

Satu dari para tersangka masih status buron bernama Holik. Berikut para tersangka yang terlibat dalam jaringan pengedar uang palsu, yakni Nunung (38) dan Fanny Triana (41) yang diringkus di Kalibata City berperan sebagai pengedar.

Bacaan Lainnya

Lalu penangkapan di lakukan di Bekasi, dengan meringkus Samsuddin alias Ferry (46), Ronni Saputra (30) sebagai pencetak dan pengedar uang palsu.

Seorang pengedar lainnya diamankan di Cibinong, Bogor bernama Cecep Purwana (67) sebagai pengedar. Selanjutnya R.Sutrisno (54) diamankan di Tambun Bekasi sebagai pengedar. Kemudian ada juga ditangkap di Wonosobo bernama Rusmin Winarko (47), Sayoko (42) berperan sebagai pengedar.

Sementara barang bukti yang disita penyidik diantaranya hand phone, flash disk, komputer, printer, kertas ukuran A4. Uang palsu sebanyak 21.700 lembar terdiri dari pecahan Rp 50 ribu, Rp 100 ribu dan USD 100 dengan total rupiah 2,1 M dan dolar senilai 1,3 M serta uang asli hasil penjualan sejumlah Rp20 juta.

Dari pengakuan para tersangka kalau uang palsu diedarkan di wilayah Jakarta, Jawa Barat (Bogor, Bekasi dan Sukabumi) dan Jawa Tengah (Wonosobo). Target peredaran masyarakat kalangan bawah dan berdasarkan hasil pemeriksaan termasuk dalam kategori uang palsu dengan kualitas rendah.

Para tersangka mencetak uang palsu hanya jika ada pesanan dan dengan harga jual yang bervariasi dengan perbandingan 1:3 – 1:5.
Penawaran dilakukan secara tertutup antar teman dan menggunakan jaringan pengedar uang palsu di media sosial. Motif para tersangka adalah untuk mencari keuntungan ekonomi berupa uang tunai.

Hasil pendapatan penjualan uang palsu belum dilakukan pembelanjaan apapun oleh para tersangka. Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan upaya pengembangan, salah satunya dengan melakukan penyamaran pemesanan.

Pasal yang disangkakan Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 36 Ayat (1), (2) dan Ayat (3), Pasal 37 UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Bank Indonesia

Bank Indonesia telah melakukan upaya pencegahan peredaran uang palsu dengan selalu berusaha meningkatkan kualitas uang untuk menghindari aksi pemalsuan dan meningkatkan edukasi masyarakat.
Caranya mengenali keaslian uang rupiah. Uang palsu yang beredar dapat dikenali dengan 3 D (Dilihat, Diraba, Diterawang). (star1)


Pos terkait