Abaikan Amdal, Pemasangan Pipa PDAM di Malua Tuai Sorotan

STARNEWS.ID, ENREKANG — Pemasangan pipa PDAM di sisi jalan poros Kecamatan Malua, Enrekang dianggap tidak mengindahkan dampak lingkungan (Amdal). Lantaran menutupi saluran air (drainase).

Sejumlah elemen masyarakat dan pemerhati lingkungan serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat pun menyorot pemasangan pipa PDAM yang dinilai tidak mempertimbangkan dampak bencana banjir.

Bacaan Lainnya

Seorang warga Malua yang juga Ketua Lembaga Pemantau Korupsi Nasional (LPKN) Kecamatan Malua, Muallim Oncing mengaku, ia telah banyak menerima laporan dari sejumlah warga setempat mengenai persoalan tersebut.

Dikatakannya bahwa keresahan warga dipicu karena kurangnya sosialisasi sebelumnya ke masyarakat di Kecamatan Malua, terutama di dua desa. Yakni Desa Bonto dan Kolai yang dilalui pemasangan pipa tersebut.

“Pada intinya, warga bukan menolak masuknya proyek tersebut (pemasangan pipa PDAM. Yang mereka soroti adalah cara pemasangan dan letak penempatannya, karena sebelumnya memang warga mengaku tidak pernah disosialisakan,” jelas Muallim kepada starnews.id, Minggu (8/11/2020).

Sorotan tersebut juga ramai dimuat di medsos dari berbagai akun facebook. Tercantum, para warga mengharapkan kepada pihak yang berkompeten untuk meninjau ulang proyek tersebut, demi kenyamanan para warga.

Seorang tokoh pemuda yang juga pemerhati lingkungan setempat, Lukman pun sangat menyayangkan hal tersebut. Ia pun mengaku telah menyaksikan penempatan pipa yang sudah terpasang tersebut.

Hanya saja, Lukman mengaku belum sempat bertemu langsung dengan konsultan ataupun pihak terkait proyek pemasangan pipa itu.

“Saya hanya ingin mempertanyakan sekaligus menyorori masaalah amdalnya, atau melihat gambarnya. Namun untuk mempertanyakannya, kami belum menemukan di mana letak papan proyeknya dipampang. Yang jelas, tidak memenuhi standarlah. Pekerjanyapun saat ini sudah pada meninggalkan lokasi,” bebernya. (zai/dam).


Pos terkait