Air dan Peranannya Dalam Antisipasi Covid-19

Oleh : Muhammad Syahrir Gassa

AIR merupakan pelarut universal yang berasal dari senyawa kimia yang mengandung atom hidrogen dan atom oksigen yang bergabung membentuk senyawa dengan rumus kimia H2O. Pembentukan H2O adalah berasal dari reaksi antara molekul unsur Hidrogen  dengan molekul unsur Oksigen, sedangkan penguraian H2O menjadi unsur-unsurnya berupa senyawa hidrogen dan senyawa oksigen.

Bacaan Lainnya

Pelarut  air dapat terurai menjadi ion hidrogen (H+ ) dan ion hidroksida (OH) yang mengalami reaksi netralisasi sehingga terbentuk kembali molekul air (H2O). Ion-ion tersebut bergerak bebas dalam cairan tubuh dan berinteraksi bebas pula dengan ion-ion lain yang berasal dari penguraian senyawa-senyawa ionik dalam cairan tubuh manusia yang dapat membentuk senyawa tertentu. Hal ini dapat berkaitan dengan sifat polaritas setiap molekul air.

Sisi hidrogen dari setiap molekul air membawa muatan listrik yang sedikit positif, sedangkan sisi oksigen membawa muatan listrik yang sedikit negatif. Hal ini membantu air memisahkan senyawa ionik menjadi ion positif dan negatif (Anonim, 2019). Cairan tubuh dapat berupa darah maupun sari-sari hasil pengolahan makanan maupun minuman dalam system pencernaan tubuh kita.

Pada cairan tubuh di dalamnya dapat mengalami gerakan-gerakan partikel kecil yang disebut dengan efek Tyndall, gerakan Brown atau zigzak. Air dapat melarutkan berbagai jenis zat terlarut yang masuk dalam suatu air membentuk larutan terutama dalam bentuk cairan tubuh. Jenis reaksi yang terjadi dapat berupa eksoterm maupun endoterm tergantung jumlah kalori yang dihasilkan maupun yang dibutuhkan.

Tubuh manusia pada umumnya  diperkirakan  mengandung  80  persen   adalah  air (Saiful Bakri, 2019),    jika mengalami pengurangan yang berlebihan berupa dehidrasi maka tubuh kita akan menjadi lemas dan tidak berenergi, sehingga semangat untuk bekerja/beraktivitas menjadi berkurang. Kenapa, karena tubuh kita yang seharusnya mengandung banyak air yang melarutkan zat-zat terutama sari-sari makanan dalam tubuh kita akan mengalami pengurangan sehingga sari-sari terutama zat-zat akan mengalami penumpukan pada salah satu tempat misalnya dalam usus bahkan langsung dikeluarkan dari tubuh tanpa pengolahan dari alat pencernaan kita yang cukup berarti.

Orang yang mengalami penyakit Covid-19 dengan ciri-ciri dimana penciumannya tidak merasakan pahit dan manis dalam lidahnya dan tidak dapat mencium bau dalam hidungnya, kemudian ciri-ciri lainnya adalah terasa mual, diare, sakit tenggorokan, flu, batuk, sesak nafas bahkan menjadi demam yang cukup tinggi berkisar 37,5 derajat celcius. Tinja dari seseorang yang mengalami diare akibat Covid-19 agak encer dan terasa panas di anus, sehingga hal ini perlu mendapat pengujian tinja dari seseorang yang kena diare apakah positif Covid-19.

Berdasarkan sifat dan karakteristiknya sehingga dengan mudah dilakukan pengobatan dengan berbagai ramuan tradisional (seduhan hangat perasan jahe, lengkuas, sambiloto, VCO, madu, maupun minyak kayu putih) seperti yang dianjurkan oleh Kemenkes  maupun berdasarkan beberapa hasil penelitian dari para peneliti. Berdasarkan resep dokter dalam mengobati Covid-19 menggunakan obat-obatan sintetis misalnya penurun panas berupa dexamethasone, paracetamol sedangkan obat diare berupa tetracycline, diabetasol maupun oralit.

Infeksi yang terjadi dalam tenggorokan maupun hidung dapat disarankan meminum obat antibiotik berupa ampicillin, eritromisin, klaritromisin, ciprofloxacin dan levofloxacin (Mahardini Nur Afifah, 2020). Seseorang yang mengalami diare yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi air dalam tubuh, sehingga dapat mengakibatkan penurunan imum tubuh serta rentan dengan penyakit-penyakit tertentu terutama Covid-19 sehingga perlu banyak meminum air terutama air hangat.

Kenapa harus air hangat, karena selain mampu membunuh bakteri penyebab diare juga melarutkan lebih banyak zat-zat mineral yang terdapat dalam sari-sari makanan maupun berbagai jenis sediaan obat baik tradisional maupun sintetis sehingga dengan mudah diedarkan ke seluruh tubuh terutama untuk mengganti jaringan sel-sel yang rusak.

Mengingat bahwa sifat dari virus Covid-19 adalah pada umumnya tidak tahan terhadap suhu tinggi, sehingga seseorang yang sudah terinfeksi virus tersebut harus seringkali minum air hangat dengan harapan tidak ada kesempatan dari virus ini untuk mengalami reflikasi bahkan menjadi mati di area terjadinya infeksi akibat suhu panas yang berasal dari makanan maupun minuman yang melewati saluran pencernaan makanan kita.

Seseorang yang mengalami Covid-19 dan sudah parah dengan bantuan pernafasan melalui hidungnya maka sebaiknya sering pula diminumkan air hangat melalui mulutnya ataupun makanan yang mengandung air misalnya  jus jeruk, jus jambu batu dan aneka jenis jus buah yang mengandung banyak mineral dan vitamin.

Pada rumah sakit biasanya diberikan vitamin sintetis misalnya Becom C, You C1000 dan disarankan harus seringkali diminumkan dengan air hangat supaya tubuh pasien tetap berenergi dan infeksi yang terjadi segera pulih dan imum tubuhnya tetap terjaga. Bahkan pasien sepanjang tubuhnya belum mengalami demam maka dianjurkan mandi air hangat setiap pagi dan sore harinya.

Seseorang menjadi sesak nafas karena kebutuhan oksigen dalam tubuhnya sangat sedikit sementara hemoglobin yang beredar ke seluruh tubuh sangat sedikit pula kandungan oksigennya. Untuk meningkatkan banyaknya oksigen larut dalam hemoglobin maka darah harus mendapat pengenceran yang cukup banyak dengan bantuan suatu pelarut air dengan suhu yang agak hangat ataupun makanan yang hangat dan banyak mengandung cairan.

Itulah sebabnya ketika kita berada di rumah sakit sebagai langkah pertama perawat melakukan pertolongan kepada pasien yang mengalami dehidrasi  harus  segera diinfus dengan cairan infus karena cairan dalam tubuh pasien sudah sangat sedikit. Namun pemberian cairan infus kepada pasien haruslah dibantu pula dengan suplay makanan maupun minuman bergizi,  sehingga imunitas seorang pasien akan tetap terjaga dengan baik.

Pasien Covid-19 yang tidak begitu parah diharapkan selalu makan dan minum terutama yang hangat-hangat. Kenapa harus hangat, yaa itu tadi bahwa air hangat akan membantu melarutkan zat-zat mineral dan vitamin B dan C yang terdapat dalam makanan maupun minuman, bahkan air kelapa muda bisa pula dimasak hingga menjadi hangat kemudian diminumkan kepada pasien, dimana harapannya makanan maupun minuman yang diberikan mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama dalam menjaga imunitas sehingga tubuh menjadi segar dan bisa juga dilakukan untuk tindakan pencegahan sehingga tidak mudah tubuh kita diserang oleh bakteri maupun virus terutama virus Covid-19. Selain hal tersebut di atas, maka seseorang baik pasien maupun masyarakat umum diharapkan selalu mengikuti trik-trik penanganan Covid-19 yang lain. Semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin. (*/)

Referensi:

Anonim, 2019. Bagaimana Air Bekerja  sebagai Pelarut Universal.  www.greelane.com

Nur Afifah, M. 2020. 6 Jenis Antibiotik  yang Umum digunakan dan Fungsinya. https: //health

kompas.com

Bakri, S. 2019. Status Gizi, Pengetahuan dan Kecukupan Konsumsi Air Pada Siswa SMA Negeri 12

Kota Banda Aceh. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal. Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. Aceh.

 


Pos terkait