Aksi Balas Dendam, Korban Penganiayaan Jadi Tersangka

Press release terkait kasus panganiayaan digelar di Mapolres Enrekang, Selasa (22/12/2020).

STARNEWS.ID, ENREKANG – Polres Enrekang menggelar press release, Selasa (22/12/2020). Terkait kasus penganiayaan yang dialami warga di Kecamatan Anggeraja.

Memimpin press release Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya menuturkan, kasus tersebut merupakan imbas dari aksi penganiayaan yang terjadi sebelumnya di lokasi wisata Buntu Sumbang.

Identitas tersangka yakni R (33) dan HL (17). Keduanya merupakan warga Desa Siambo, Kecamatan Anggeraja. Sedangkan korban, lelaki MS beralamat di Belalang, Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja.

Andi Sinjaya menerangkan, tidak mau menerima pemukulan terhadap dirinya, akhirnya tersangka bersama rekan-rekannya merencanakan aksi balasan.

Usai mengatur rencana, tersangka bersama rekan-rekannya langsung mendatangi kediaman lelaki A serta lelaki MS yang menurut rekan tersangka mereka juga ikut memukul tersangka pada saat kejadian.

Namun tersangka beserta para rekannya tidak berhasil menemui A di kediamannya, yakni di Belalang, Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja. Rombongan tersebut pun menuju ke kediaman lelaki MS. Yang dicari pun berhasil ditemui.

Kemudia tersangka R bersama rekan-rekannya masuk ke menuju kolom rumah MS. R dan HL melakukan pemukulan terhadap korban MS. Akibatnya, MS mengalami luka bengkak dan robek pada bagian bibirnya.

“Kali ini yang menjadi terlapor adalah korban sendiri. Di mana Korban merasa tidak terima atas kejadian pemukulan yang terjadi kepada dirinya,” tuturnya.

Hanya saja, lantaran tersangka lelaki HL masih tergolong di bawah umur, maka dilakukan pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana (diversi).

Alhasil, korban MS dan tersangka HL bersepakat untuk berdamai dan menempuh jalur kekeluargaan. “Sedangkan untuk tersangka R, kami tetap melakukan proses hukum yang berlaku,” papar Andi Sinjaya.

“Tersangka kami kenakan pasal 170 ayat (1) KUH-Pidana, Subs Pasal 351 ayat 1 KUH-Pidana, Jo Pasal 55 (1) ke-1 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan,” imbuhnya. (zai/dam)


Pos terkait