Ambil Paksa Jenazah, 31 Pelaku Diamankan Polda Sulsel

Inilah sebagian dari pelaku, yang mengambil paksa terduga covid-19 di rumah sakit harus berurusan dengan pihak kepolisian. (foto ist)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Polda Sulsel membuktikan jajarannya menindak tegas oknum warga yang mengambil paksa jenazah terduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di rumah sakit.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan tim penyidik kasus pengambilan paksa jenazah pasien covid 19 beberapa Rumah Sakit di Makassar telah telah melaksanakan gelar perkara di ruang Dirreskrimum Polda Sulsel dipimpin langsung Dirreskrimum, juga dihadiri para Kasubdit, Kabag Wasidik, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar dan seluruh penyidik yang menangani tersebut

Bacaan Lainnya

“Ya dilakukan gelar perkara oleh penyidik terhadap kasus pengambilan paksa jenazah di Rumah Sakit Dadi Makassar, RS. Stella Maris, RS Labuang Baji, RS. Bhayangkara, dan prosesnya dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka,”ungkap Ibrahim.

Satu persatu pelaku diintrogasi, dan yang terbukti dijadikan tersangka. (foto ist)

Kabid Humas kemudian menyebut kasus pengambilan paksa jenazah di RS. Dadi Makassar, polisi telah mengamankan 25 orang dan telah menetapkan dua tersangka yaitu SA dan MR. Untuk kasus di RS. Stella Maris diamankan satu tersangka yaitu AW. Sedangkan kasus di RS. Labuang Baji, polisi sementara ini mengamankan lima orang tersangka.

“Kemungkinan para tersangka akan bertambah karena akan dilakukan penangkapan terhadap para pelaku, tim gabungan dilapangan sudah dibentuk yaitu terdiri dari Tim Resmob Polda, Brimob, Shabara Polda, Jatanras Polrestabes Makassar,” ungkap Kabid Humas.

Kini polisi masih mencari pelaku lain, yang diduga masih berkeliaran di luar. (foto ist)

Menurut Ibrahim, para tersangka pengambil paksa jenazah di rumah sakit ini akan dikenakan pasal yang diterapkan yaitu pasal 214, 335, 207 KUHP dan pasal 93 UU no 6 thn 2018 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Jadi sekali lagi, saya harap masyarakat jangan lagi ada yang melakukan pengambilan paksa jenazah tersebut, karena polisi pasti bertindak, bahkan tim gabungan di lapangan sudah dibentuk yaitu terdiri dari Tim Resmob Polda Sulsel, Brimob, Sabhara Polda Sulsel, dan Jatanras Polrestabes Makassar untuk menangkal kejadian ini terjadi lagi. Tindakan tegas dan penegakan hukum tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, agar tidak ada lagi aksi yang menjadi potensi penyebaran covid-19 ,” tegas Kabid Humas. (uba)

Terkait