AMPB Sulsel Kecam Tindakan Inkonstitusional yang Dilakukan Oknum Pengurus Partai Berkarya

Ketua Umum AMPB, Zakaria Ibrahim (berkacamata) dan Ketua Harian, Yusran. (foto ist)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Terkait dengan dinamika yang terjadi di tubuh Partai Berkarya, dimana beberapa oknum yang ingin melakukan pergantian terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen), dinilai sebagai tindakan inkonstitusional dan tidak sesuai aturan partai.

Ini ditegaskan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) Sulawesi Selatan, Zakaria Ibrahim pada media di cafe Covidiva, Makassar, Senin (8/2/2021).

Bacaan Lainnya

‘’Kami nilai tindakan beberapa oknum Partai Berkarya  tidak berdasar dan inkonstitusional, karena tidak diatur dalam aturan mengganti pengurus setingkat sekjen di luar Musyawarah Nasional (Munas),’’ kecam Zakaria, yang didampingi Ketua Harian AMPB, Yusran.

Karena itulah, pihaknya akan segera mengirimkan surat peryataan sikap secara resmi mengenai sikap AMPB Sulsel tersebut. Bagi Wakil Ketua DPW Partai Berkarya Sulsel ini, menilai sikap sebagian oknum dalam Mahkamah Partai sebagai tindakan gegabah dan mencederai partai tersebut.

‘’Kami juga perlu tegaskan sebagai kader Partai Berkarya Sulsel, tetap loyal pada Ketua Umum dan Sekjen sekarang untuk memimpin partai tesebut ke arah yang lebih baik,’’ungkap alumnus Unhas ini.

Dukung Sikap DPP Partai Berkarya

Sebagai organisasi sayap partai,  AMPB Sulsel tetap mendukung sikap tegas dari pimpinan DPP yang telah melakukan tindakan tegas terhadap oknum tersebut. Juga menyerahkan sepenuhnya pada DPP, untuk membenahi struktur partai ke arah yang lebih baik.

Kini tidak ada unsur dualisme dalam tubuh partai, dan tetap kepemimpinan di pegang Muhdi Purwopranjono sebagai Ketua Umum dan Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekjennya. ‘’Ini yang kami akui, dan akan dipertahankan dalam Musyawarah Nasional (Munas) mendatang,‘ ’jelas Zakaria.

Baginya tidak ada entitas lain di  kepengurusan Partai Berkarya. Jadi jelas sikap AMPB, berpihak pada kepengurusan sekarang dan tidak bersikap netral. ‘’Kami tegaskan kalau kami di AMPB solid mengatakan kalau tidak ada dualisme kepengurusan partai,’’tambah Yusran.

Apalagi mendekati pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya 16 -18 Februari 2021 di Jakarta. Sikap AMPB ini juga, akan disuarakan di Munas mendatang untuk mendukung kepengurusan sekarang, yang diharap bisa membawa partai lebih maju dan berkembang. (*/uba)


Pos terkait