APE 2022, Gowa Incar Penghargaan Kategori Utama

TINGKAT MADYA-- Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memberi arahan kepada Kadis PPPA Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham disela acara APE 2020 secara virtual di Peace Room A'Kio, Rabu (13/10/2021). APE 2020, Kabupaten Gowa menerima penghargaan kategori Madya dari Kementerian PPPA RI.(Foto : Humas Pemkab Gowa)

STARNEWS.ID,GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.

Penghargaan pertamakalinya ini menambah motivasi. Di APE 2022 mendatang, Pemkab Gowa mengincar kategori utama.

Bacaan Lainnya

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan sangat mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang telah bekerjasama sehingga pencapaian APE 2020, Pemkab Gowa meraih penghargaan Tingkat Madya.

Menurut Adnan, penghargaan ini menandakan, bahwa program pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di kabupaten Gowa sudah berjalan sesuai perencanaan yang ada.

Kata dia, di daerah ini, pada dasarnya perempuan diposisikan sama dengan laki-laki. Tak ada perbedaan. Sepanjang cakap dan memiliki kemampuan.

“Alhamdulillah ini berkat kerjasama seluruh pihak sehingga kita bisa meraih penghargaan APE ini pada tingkat Madya. Tentu saja, prestasi ini sangat kita apresiasi,” ucap Adnan usai mengikuti Acara Pemberian Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020 melalui virtual, di Peace Room A’Kio Kantor Bupati Gowa, Rabu, (13/10).

Adnan pun mengharapkan, penghargaan ini menjadi momentum untuk berbenah dalam menaikkan level Gowa. Yakni dari level tingkat Madya menjadi tingkat utama.

“Target kita kedepan bisa ditingkatkan lagi pada kategori utama bahkan mentor,” harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham menerangkan, ada tujuh indikator atau poin penilaian sehingga Gowa berhasil meraih penghargaan APE 2020 kategori Madya.

Yaitu kebijakan, anggaran, partisipasi, komitmen kelembagaan, Sumber Daya Manusia, alat analisis gender dan data gender.

“Jadi tujuh poin ini kita lakukan penginputan ke dalam aplikasi lalu dilakukan perengkingan oleh tim penilai dari Kementerian PPPA dan alhamdulillah Gowa bisa meraih Kategori Madya meskipun baru pertama kali mendapatkan penghargaan ini,” jelasnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga mengungkapkan, penghargaan APE diberikan setiap dua tahun sekali kepada lembaga/kementerian, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota karena dianggap berperan dalam pengarusutamaan gender.

Khusus kabupaten/kota, ada 266 yang menerima penghargaan APE 2020. Salah satu di antaranya Kabupaten Gowa.

“APE ini sebagai bentuk apresiasi kepada daerah atas usaha-usaha dan implememtasinya dalam pengarusutamaan gender. Terdapat 13 kementerian lembaga, 29 provinsi, dan 266 kabupaten dan kota yang meraih penghargaan ini,” sebut Bintang Puspayoga. (rus)


Pos terkait