Asops Kasad Mayjen TNI Surawahadi : TMMD ke-110 Gowa di Tengah Cuaca Hujan Deras Diharapkan Tepat Waktu

Asops Kasad Mayjen TNI Surawahadi saat meninjau lokasi lTMMD ke-110 di Kabupaten Gowa. (foto ist)

STARNEWS.ID, GOWA – Wasev Staf PJO TMMD ke 110 Mayjen TNI Surawahadi bersama rombongan dari Mabes TNI AD, beserta jajaran Kodam XIV Hasanuddin sera pihak Korem 141/Tp, Dandim 1409/ Gowa Letkol Arh Muh Suaib didampingi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meninjau progres pelaksanaan kegiatan di Kampung Allu, Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (10/3/2021) siang, meski berada di tengah guyuran hujan deras.

Untuk menuju lokasi pekerjaan jembatan, rombongan Wasev Staf PJO TMMD ke 110 TA 2021 ini melintasi medan terjal dengan kondisi jalan yang cukup ekstrem dengan jarak tempuh dari ibukota Desa Tanakaraeng kurang lebih 3 kilometer dengan lebar jalan 3 meter.

Bacaan Lainnya

Sesampai di Kampung Allu, Mayjen TNI Surawahadi melanjutkan berjalan kaki sejarak kurang lebih 100 meter bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni, Kapok Sahli Pangdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Andi Kaharuddin, Kasrem 141 Toddopuli Kolonel Inf Heri Purwanto, Pabandya As Ops Kasad Letkol CZI Adang Purnama dan Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib, Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto, dan jajaran Forkopimda Gowa lainnya serta pimpinan SKPD terkait lingkup Pemkab Gowa.

Program TMMD merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk ikut membangun bangsa dan negara bersama komponen bangsa lainnya. Dalam hal ini TNI bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama seluruh jajarannya, secara sinergi dan berkesinambungan. Program ini berupa akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Dalam kesempatan tersebut Mayjen TNI Surawahadi optimis kendati kondisi cuaca saat ini menjadi hambatan terbesar bagi personel satgas TMMD dalam mengerjakan jembatan yang sudah masuk tahap pengecoran pondasi.

”Kita semua memahami kondisi cuaca saat ini yang cukup tinggi intensitasnya. Pekerjaan bisa diundurkan namun kita tetap berharap keseluruhan infrastruktur fisik TMMD di Tanakaraeng ini bisa selesai tepat waktu di akhir Maret ini,” ujar Surawahadi.

Dirinya juga menambahkan tidak salah menunjuk Kabupaten Gowa dan beberapa kabupaten lainnya sebagai pelaksana TMMD ke 110 di Sulsel. Hal tersebut dikarenakan dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa cukup besar.

”Backup dana TMMD di Gowa cukup besar dibanding daerah pelaksana TMMD lainnya. Saya berterimakasih kepada Bupati Gowa yang mengucur dua miliar untuk TMMD ini. Dan saya salut dengan pemilihan lokasi program TMMD yang dilakukan pak Dandim. Dimana Kampung Allu Desa Tanakaraeng ini ternyata sangat tepat sebab betul-betul terisolir dari desa utama dan kampung ini bisa menghubungkan akses ke kabupaten tetangga,” ungkap Surawahadi.

Progres pelaksanaan TMMD yang memasuki hari keenam itu khusus untuk pekerjaan jalan sepanjang 1.000 meter atau 1 kilometer sudah 44 persen, sedang jembatan baru 41 persen untuk satu unit dari dua unit yang dibangun.

Surawahadi juga berharap sinergitas TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat dalam TMMD ini ditingkatkan sebab inti dalam kegiatan ini adalah kolaborasi dan kegotongroyongan serta partisipatif.

”Karena target kegiatan ini selama satu bulan maka kita berharap seluruhnya bisa tuntas tepat waktu, kendati ada dua hal yang menjadi hambatan luar biasa yakni cuaca dan pandemi covid 19,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Sementara itu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, TMMD ini adalah wujud semangat gotong royong bersama, dimana ada semangat bekerja untuk berkontribusi bersama.

”Atasnama pemerintah kabupaten tentunya saya sangat mendukung penuh TMMD ini apalagi ini sangat membantu pemerintah khususnya perencanaan kami dalam menyiapkan kawasan relokasi untuk warga yang nantinya terkena dampak pembangunan bendungan jenelata dan kebetulan sebagian permukiman warga di Desa Tanakaraeng bakal ditenggelamkan untuk jadi area bendungan dan di Kampung Allu inilah menjadi perencanaan kami untuk relokasi warga nantinya,” ucap Adnan.

Dikatakan Adnan dengan TMMD ini diharapkan muaranya akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Manuju khususnya di Tanakaraeng.

Sementara itu Dandim 1409/Gowa mengatakan, banyak nilai manfaat yang akan dirasakan oleh warga masyarakat yang berada di lokasi TMMD ke 110 ini.

” Nilai manfaat dari TMMD ini adalah untuk terbukanya akses jalan Gowa dengan Kabupaten Takalar. Alhamdulillah backup pembiayaan dalam program ini telah berjalan khususnya anggaran dari komandan atas berupa dana logistik makan minum personel TMMD di lapangan sebesar Rp 483.500.000 dan backup pembiayaan fisik dari pemerintah kabupaten sebesar 1,95 miliar namun Pak Bupati Gowa mencukupkan menjadi 2 miliar rupiah. Alhamdulillah semoga TMMD ini selesai tepat waktu dan bermanfaat bagi masyarakat Tanakaraeng khususnya masyarakat Kampung Allu dalam mengakomodir hasil pertanian mereka dengan menikmati sarana jalan dan jembatan yang baik, selain dari pembangunan fisik lainnya yakni dua unit MCK dan lima unit dekker,” papar dandim. (*/slamet basirun)


Pos terkait