AST-Aris Bertekad Dorong Potensi Perikanan Majene Lebih Mendunia

Duet peserta Pilkada 2020 Majene, Andi Achmad Sukri Tammalele dan Arismunandar Kalma

STARNEWS.ID, MAJENE — Salah satu yang berpeluang dan mampu mendorong Majene mendunia adalah komoditas Perikanan Tangkap dan budidaya. Namun perlu upaya ekstra guna memberikan nilai tambah demi mengangkat potensi komoditi tersebut.

Mengangkat potensi komoditas tersebut juga jadi salah satu visi calon Bupati Idola Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Andi Achmad Sukri Tammalele.

Bacaan Lainnya

Secara geografis, posisi Kabupaten Majene yang berada di daerah pesisir dengan luas perairan mencapai 1.000 Kilometer, menjadikan sektor Perikanan menjadi salah satu potensi unggulan bernilai ekspor yang dimiliki daerah ini.

Betapa tidak, daerah ini memiliki areal sekitar 270 hektar persegi areal tambak yang berproduksi dari potensi  total areal pertambakan yang mencapai 450 Hektar.

Potensi jenis komoditi unggulan yang ada pada sektor komoditi perikanan tangkap yaitu ikan tuna, cakalang, tongkol, layang, ikan terbang dan ikan layang, serta komoditi perikanan budidaya yang terdiri dari udang windu dan ikan bandeng.

Demikian pula jenis komoditi baru yang sangat potensial untuk di kembangkan adalah budidaya udang Vaname, yang bernilai ekspor.

Calon bupati yang juga familier dengan akronim AST itu akan fokus membenahi komoditas lain. Di antaranya,dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan serta pemanfaatan potensi pertambangan.

Itu semua dia pikirkan guna mewujudkan percepatan perubahan di berbagai lini, khususnya upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Majene.

Peserta Pilkada 2020 Majene nomor urut dua itu menilai, butuh semangat dan peran serta bersama untuk mengangkat komoditi unggulan ini dengan pengembangan, sentuhan teknologi, hingga perbaikan pemasaran.

“Harus ada nilai tambah. Perikanan kita harus digiring dan dikembangkan secara serius. Kita mesti fokus sehingga capaian program itu terukur. Jika hasil perikanan tangkap ini dikelola dengan baik seperti industri pengalengan ikan maka hasil produk lokal itu mutlak kita punya branding yang bisa memberi kesan lebih bagus dipasar internasional” kata AST saat diskusi terkait obsesi besarnya membangun potensi lokal di Majene, Selasa, (20/10/2020).

Mantan Sekda Majene ini mengatakan bahwa sekarang ini telah memasuki gerbang zaman milenial, eranya industri 4.0 di mana bisnis dan usaha bisa dilakukan dengan mudah dan berpotensi bagus terutama di sektor ekonomi kreatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengelolaan abon ikan Tuna.

“Kita telah memiliki sejumlah industri rumah tangga seperti usaha Abon ikan yang layak dikembangkan sebagai salah satu potensi lokal di sektor industr ekonomi kreatif UMKM. Dengan begitu, geliat ekonomi di daerah ini bisa menopang kesejahteraan dan mampu membuka akses lapangan kerja baru lalu efeknya bisa meningkatkan pendapatan bagi pekerja yang dominan ditekuni kalangan ibu-ibu rumah tangga,” katanya.

Menurut AST yang kali ini berpasangan Arismunandar Kalma , kesempatan emas itu harus ditangkap untuk mewujudkan daerah Majene menjadi salah satu daerah pusat importir hasil perikanan dan budidaya serta pengembangan industri Abon ikan.

AST mengatakan, gagasan pengembangan potensi lokal perikanan dan budidaya tentu muaranya jelas yakni optimalisasi program industrialisasi sebagai daerah penyangga ibukota negara baru di Kalimantan Timur.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Majene, Andi Achmad Sukri Tammalele bersama Arismunandar Kalma (AST-Aris), dengan tawaran program jitu kini mendadak jadi idola masyarakat di Bumi Assamallewung ini dengan jargon “Majene Rumah Kita” serta mengusung visi Unggul, Mandiri dan Religius serta menawarkan Lima Program Utama.

Di antaranya, mengendalian harga-harga kebutuhan pokok, perluasan lapangan kerja, membangun infrastruktur secara merata, memberdayakan pelaku usaha dan pekerja lokal, dan akselerasi kualitas pendidikan dan kesehatan. (dam)


Pos terkait