AST Tekankan Pengusaha Luar Wajib Prioritaskan Pekerja Lokal

STARNEWS.ID, MAJENE — Calon Bupati Majene nomor urut 2, Andi Syukri Tammalele menolak tudingan dikatakan tidak konsisten dengan persoalan pekerja lokal dalam bingkai Majene Rumah Kita.

Ia menegaskan, setiap investor yang masuk ke Majene wajib memperioritaskan warga lokal untuk sebagai tenaga kerja.

Bacaan Lainnya

AST – sapaan Andi Syukri Tammalele menjelaskan, pada beberapa bidang di Majene tidak memiliki investor lokal. Misalnya pertambangan.

“Kita mengundang pengusaha Majene yang ada di luar untuk masuk ke Majene, tapi dengan kewajiban menggunakan pekerja lokal, kalau pekerjanya bukan orang Majene, kita tolak”, kata Mantan Kepala Dinas Pertambangan Mamuju itu, Senin (16/11/2020).

Menurutnya, yang terjadi selama ini adalah, beberapa kontraktor dari luar yang mengerjakan proyek di Majene tukang dan buruhnya juga dari luar Majene, padahal di Majene ini masih banyak tukang yang kerjanya bagus. Pasangan AST-Aris tidak menginginkan yang seperti itu, karena Majene adalah Rumah Kita.

AST melanjutkan, pada bidang pertanian, kita bisa membangun pabrik hasil pertanian, misalnya pabrik pengolahan jagung. Di majene sudah banyak yang menanam jagung, jadi kita sudah harus memikirkan industrialisasi hasil pertanian. Kalau pasarnya jelas, petani kita di majene akan semakin giat menanam. Itu artinya kita memberdayakan petani lokal, dan tentunya pekerja di pabrik juga harus orang lokal.

Pada bidang perdagangan, Majene di kenal sebagai sentra produksi ikan. Investor bisa membangun gudang berpendingin atau cold storage untuk membekukan ikan agar kualitas ikan terjaga. Selain menampung ikan untuk di ekspor, cold storage juga bisa menyimpan ikan ketika produksi nelayan melimpah, dan ikannya di keluarkan saat produksi ikan berkurang. Ini bertujuan untuk menstabilkan harga ikan, yang tentunya memberi keuntungan besar pada nelayan.

Jadi tujuan utama mengundang investor adalah, bagaimana memasukkan uang dari luar untuk memberdayakan masyarakat Majene. Bukan sebaliknya, uang yang ada di Majene dibawa keluar oleh pekerja dari luar.

Jika hal ini terjadi, pihak swasta turut membantu kesejahteraan masyarakat Majene, sementara dana pemerintah bisa di alokasikan lebih besar lagi pada sektor pendidikan dan kesehatan, misalnya meningkatkan beasiswa mulai dari SD hingga perguruan tinggi bahkan sampai S3. Dan di sektor kesehatan kita meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (*/dam)

Pos terkait