AUHM Keluhkan Aturan Pembatasan Aktivitas Malam

AUHM menggelar unras di Balaikota Makassar, Rabu (10/2/2021) terkait aturan pembatasan jam malam.

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Ratusan Pekerja malam dan seni mengeluhkan aturan pembatasan aktivitas malam. Mereka menuntut Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin untuk mengkaji ulang aturan tersebut.

Saat menggelar unjuk rasa (unras) di Balaikota Makassar, Rabu (10/2/2021), Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Makassar Zulkifli Ali Naru meminta kebijakan Pemkot Makassar dievaluasi.

Bacaan Lainnya

“Kami hanya mau Pak pj wali kota mencabut surat edaran (aturan jam malam) karena tidak adil. Kenapa kami bilang tidak adil, karena jam operasional itu dibatasi,” kata Zulkifiili.

Zul – sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa Perwali 51 dan 53 itu bisa dijalankan dengan catatan jangan ada diskriminasi.

“Mau warkop-warkop di siang hari, mau apa pun itu perlu diawasi. Tidak akan mungkin melanda covid kalau hanya pembatasan malam saja. Sementara kontrol siang dan sore hari itu tidak ada,” ujarnya.

Zul menilai, jangan hanya mengandalkan tim epidemiologi untuk mengurus penanganan covid. Tapi perlu tim profesional lainnya, Seperti Tim Ekonomi, Tim Kesehatan untuk menkaji mencari solusi.

“Jadi kami anggap ini tim epidemiologi juga saya katakan ini profesional atau mengada-ada dan hanya mengejar anggaran covid,” aku Zulkifli.

Harusnya, lanjut dia, pj wali kota mengikuti tim ekonomi, tim kesehatan atau apa. “Jangan membuat aturan dulu baru mau sosialisasi. Sosialisasi dulu ke kita, baru diterapkan,” tegasnya.

Ia, berharap tempat hiburan tetap dibuka dan diawasi dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

“Kami siap ditempatkan satu atau tiga dari orang-orang dari Satpol PP. Kalau memang over kapasitas silahkan kami ditindaki, silahkan di tutup (tempat kami),” imbuhnya.

Menurut dia, terdapat tiga jenis tempat hiburan. Yaitu, uumah karaoke umum, rumah bernyanyi keluarga serta bar dan club.

“Itu bisa diatur. Rumah nyanyi silahkan buka dari pagi sampai jam 9 atau 10 malam. Selebihnya karaoke silahkan buka jam 10 sampai jam 1 atau 2 Malam. Sedangkan bar dan Club bisa sampai jam 3 malam. Itu yang kami minta. Kan harus ada kajiannya. Jangan membuat sepihak,” lanjut dia.

Perlu diketahu tempat hiburan malam di Makassar ada sisa sekitar 102, sedangkan 118 bar sekarang tutup. Zulkifli menyingung Pj Wali kota, Rudy Djamaluddin membuat aturan sepihak dan tidak peka terhadap pekerja dan masyarakat Makassar.

“Sikap pj wali kota kami maklumi, karena diakan hanya ditunjuk-tunjuk. Dia tidak pilih oleh masyarakat Makassar. Jadi wajar dia tidak merasa kan hidup warga Makassar terutama tempat hiburan malam. Padaha kalau dipilih oleh rakyat itu tau, kalau kita ini sumber PAS, sumber tenaga terbesar.” ucap Zul dengan nada menyindir.

Dalam aksi yang dilakukan para pekerja hiburan malam, mereka menampilkan sebuah hiburan Musik dan beberapa seni hiburan lainnya. Sekedar diketahui Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) akan kembali berunjuk rasa di Kantor Gubernuran besok (11/2/2021).

Diterima langsung oleh, Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Haeruddin, mengkonfirmasi bahwa PJ Wali Kota, Rudy Djamaluddin sedang tak berada di Makassar.

“Jadi informasi bahwa pak PJ ada di Makassar itu tidak benar. Ada di Jakarta,” singkatnya di depan para Demonstran AUHM.

Haeruddin menjanji, jika Pj Wali kota Makassar sudah tiba di Makassar, maka pemerintah kota akan memberikan waktu untuk bertemu langsung.

“Kami siapkan audiens untuk bertemu langsung dengan Pj Wali kota. Kami sampaikan sekali lagi, mohon maaf. Jika saran saya diterima, kami akan mendampingi, kami akan mengawal untuk bisa aundies dengan (Rudy Djamaluddin) Pj Wali kota,” imbuhnya.

Di akhir penyampaiannya, Haeruddin menghimbau untuk tidak melanggar Protokol Kesehatan ( Prokes).

“Karena Makassar ini masih suasana pandeminya tinggi, kami imbau untuk tidak melanggar protokol kesahatan,” aku Haeruddin. (fan/dam)

 

 

 


Pos terkait