Ayo! Rasakan Sensasi Berenang di Antara Bebatuan Cadas Air Terjun Lembah Karaeng

Seorang pengunjung menelusuri bebatuan di area Air Terjun Lembah Karaeng, Gowa.

STARNEWS.ID, GOWA — Menikmati keindahan alam bisa jadi cara untuk menyegarkan pikiran yang lelah usai menjalankan pekerjaan yang terkadang menjenuhkan.

Tak perlu jauh-jauh. Bagi warga yang berdomisili di Makassar bisa berkunjung ke kabupaten terdekat, yakni ke Gowa. Daerah berjuluk Butta Bersejarah itu juga memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa.

Selama ini, kebanyakan orang hanya mungkin hanya mengenal Malino sebagai  obyek wisata alam ada di Gowa. Ternyata masih ada tempat lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif berwisata alam. Salah satunya, air terjun Lembah Karaeng.

Memang, air terjun yang berlokasi di Kecamatan Manuju, Gowa itu masih cukup asing. Maklum, tempatnya belum sepopuler dengan Kawasan Wisata Alam Malino maupun Bolangi Ampat di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang.

Kendati demikian, sudah cukup banyak juga orang yang datang berkunjung di air terjun Lembah Karaeng. Terutama di saat weekend (akhir pekan).

Tak hanya ingin menikmati keindahan alamnya, sebagian yang berkunjung juga menyempatkan berenang di antara bebatuan cadas sekaligus merasakan kesejukan Air Terjun Lembah Karaeng.

Air terjun Lembah Karaeng sendiri letaknya di batas dua desa. Yaitu Desa Bilalang dan Desa Manuju. Untuk menjangkau air terjun ini, tidaklah sulit. 
Bisa diakses dengan kendaraan.

Jarak dari kota Sungguminasa, ibukota Kabupaten Gowa sekira 40 kilometer. Aspal ke tempat itu juga cukup mulus. Jalan masuk ke lokasi pun sebagian sudah diaspal beton oleh pemerintah Desa Bilalang.

Salah satu daya tarik air terjun Lembah Karaeng adalah bentuknya yang bertingkat. Di tingkat pertama, terdapat air terjun dengan ketinggian lima meter.
Sedangkan di tingkat kedua memiliki kolam dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Di sinilah biasanya pengunjung beraktivitas seperti berenang atau hanya bermain air. Mereka menikmati sensasi air jernih dan segar yang mengalir disela bebatuan cadas.

Salah seorang pengunjung, Asrul Gazali menuturkan, air terjun Lembah Karaeng bisa menjadi sarana relaksasi.


Kondisi alamnya yang masih sangat alami dan sejuk diyakini bisa membuat penat hilang seketika. Asrul mengaku, air terjun Lembah Karaeng tidak saja asik untuk jadi tempat bermain air. Tetapi juga seru jadi lokasi berkemah.


“Hawa sekitar air terjun cukup sejuk. Tepat untuk lokasi camp. Saya dan teman-teman mengagendakan setiap akhir pekan nginap disini,” tutur Asrul.


Suhardi, Warga Manuju menerangkan, asal muasal dinamakan air terjun Lembah Karaeng karena letaknya berada di tengah lembah. Adapun air yang mengalir di Lembah Karaeng sumbernya berasal dari Sungai Tassese.


Ia pun mengatakan, air terjun tersebut juga biasa disebut dengan air terjun Boko Bili. “Sebenarnya nama yang dipopulerkan Boko Bili. Tapi orang-orang yang berkunjung ke sini lebih sreg menyebut tempat ini dengan air terjun Lembah Karaeng,” beber Suhardi.


Melihat potensinya, pemerintah desa setempat pun sudah berupaya mengelola air terjun Lembah Karaeng jadi destinasi wisata. Sejumlah fasilitas pun telah dibangun.


Di samping membenahi infrastruktur jalan menuju lokasi, juga beberapa gazebo dibangun sebagai tempat peristirahatan pengunjung.


“Semoga ke depan pengelolaannya makin bagus. Sementara ini dikelola oleh dua desa. Bilalang dan Manuju,” ujar Suardi. (rus/dam)

Terkait