Bahas Disrupsi Teknologi, Diskominfo Makassar Hadirkan Praktisi Radio

  • Whatsapp
Diskominfo kota Makassar menggelar seminar yang melibatkan pratisi radio se-Makassar. (foto : diskominfo)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mengajak seluruh praktisi radio untuk ikut menjadi bagian lahirnya smart people di kota Makassar. Hal itu di ungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Abdul Azis Hasan saat membuka seminar  Verifikasi Bidang Usaha Produktif di Hotel LA’RIZ Wthree Lagaligo Makassar, Rabu (13/3/2019).

“Radio itu salah satu media yang masih vital di kota Makassar. Banyak program radio yang sudah mengakar ditengah masyarakat sejak dulu. Makanya kita berharap radio bisa menjadi bagian dari upaya besar kita menciptakan masyarakat cerdas di kota Makassar” ujar Abdul Aziz Hasan.

Menurutnya, terjadinya disrupsi teknologi tentu saja ikut mendera dunia radio, apalagi saat ini banyak media baru yang bermunculan dengan platform teknologi yang lebih mudah di akses.

“Disrupsi teknologi itu sesuatu yang tidak bisa di hindari. Olehnya itu, Praktisi radio juga harus menciptakan inovasi kreatif dengan sentuhan teknologi. Makanya seminar ini penting untuk menciptakan sinergi dan menyusun rencana strategis menghadapi revolusi industri ke empat ini” lanjutnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepada Dinas Komunikasi dan Komunikasi Kota Makassar, Ichwan Yacub secara khusus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku radio yang selama ini tetap setia menciptakan konten-konten radio yang kreatif dan bermanfaat.

“Kita ingin melawan hoax di kota Makassar dengan cara memperbanyak narasi-narasi positif di benak warga. Radio-radio di Makassar memiliki karakter dan segmen pendengar setia yang berbeda, dan ini sangat strategis untuk membangun smart people melalui konten-konten cerdas di masing-masing radio” lanjutnya.

Seminar sehari dengan tema “Transformasi di era disrupsi teknologi” melibatkan para praktisi radio yang ada di kota Makassar serta para pengelola menara telekomunikasi. Hadir sebagai narasumber yakni akademi Politeknik Ujung Pandang, Irfan Syamsuddin, dan praktisi radio, Andi Mangara. (star1)

Pos terkait