Bandar Narkotika Manfaatkan Petani Edarkan Sabu di Biringbulu

Tiga tersangka narkotika yang diringkus oleh Satnarkoba Polres Gowa, Rabu (10/2/2021). (Foto : Humas Polres Gowa) (foto ist)

STARNEWS.ID,GOWA – Banyak cara dilakukan bandar narkotika untuk memasarkan barang haramnya. Termasuk memanfaatkan petani jadi pengedar.

Contohnya saja SJ (25) dan RJ (32). Kedua petani asal kelurahan Tonrorita, kecamatan Biringbulu, Gowa ini diamankan Satuan Narkoba Polres Gowa karena menjadi pengedar narkotika jenis sabu.

SJ dan RJ diringkus bersama bandarnya, SL (39). Mereka ditangkap di hari yang sama, Senin (8/2/2021) dengan lokasi berbeda.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Gowa, AKP Maulud di Mapolres Gowa, Rabu (10/2/2021) menerangkan, ketiganya berhasil ditangkap berawal dari informasi masyarakat yang resah melihat para pelaku menggunakan rumah tinggal sebagai tempat transaksi narkotika.

Polisi yang melakukan pengintaian akhirnya berhasil menciduk ketiga tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu.

“SJ dan RJ lebih dulu diringkus. Di tangan SJ ditemukan sabu seberat 0,48 gram. Sementara dari tangan RJ, petugas menyita sabu seberat 3,34 gram,” beber Maulud.

Dari penangkapan SJ dan RJ, lanjut Maulud petugas kemudian melakukan pengembangan. Tak lama berselang, polisi berhasil meringkus SL. Di tangan sang bandar, ditemukan  sabu seberat 70,94 gram.

“Dua pengedar ini mendapatkan sabu dari sang bandar kemudian menjual sabu seharga Rp.300 ribu/sashet kepada para petani,” terang Maulud.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan memaparkan, dari hasil interogasi terhadap SL, sabu yang dimilikinya dipesan melalui bandar besar yang ada di Makassar.

Sabu itu kemudian dibawa oleh kurir bandar besar lalu dijemput SL di wilayah Takalar setelah sebelumnya dananya ditransfer via rekening.

“SL membeli sabu seharga Rp1.200.000/ gram di Makassar. Sabu itu dijual kembali ke SJ dan RJ dengan harga Rp200-Rp300 per sachet. Jadi total keseluruhan sabu yang diamankan Satnarkoba Polres Gowa dari ketiga pelaku seberat 74,76 gram,” tambah Tambunan.

Utuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun, seumur hidup dan hukuman mati,” pungkasnya. (rus)


Pos terkait