Berdayakan Nelayan, Andi Utta Canangkan Pembangunan Fish Market di Bulukumba

STARNEWS.ID, BULUKUMBA — Calon Bupati Bulukumba nomor urut 4, Andi Muchtar Ali Yusuf memaparkan gagasan di bidang perikanan dan kelautan, Rabu (28/10/2020).

Warga Bontobahari yang berkumpul di Kompleks Penjual Ikan Dusun Pasarayya, di Desa Sapolohe, berdecak kagum kepada pengusaha sukses tersebut.

Andi Utta banyak memaparkan bagaimana pengelolaan ikan, sehingga layak untuk diekspor ke luar negeri.

Tak hanya itu, pemilik tagline ‘Dikerja Bukan Dicerita’ itu, bakal memberikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Seperti dengan menghadirkan Fish Market di Kecamatan Bontobahari. Kawasan Bontobahari dinilai strategis karena merupakan akses utama menuju beberapa destinasi pariwisata unggulan di Butta Panrita Lopi.

“Saya akan hadirkan Fish Market. Disini akan jadi pusat penjualan ikan, karena disini jalur marketnya paling bagus. Orang mau ke Bira atau dari Bira, nanti bisa singgah. Bahkan ikan-ikan dari Kajang, bisa diambil dan dijual disini,” kata Andi Utta, sapaannya.

Untuk mewujudkan Fish Market itu, Harapan Baru bakal menata pantai di wilayah Jalan Poros Bontobahari.

Karena kondisi penjualan ikan di wilayah Bontobahari saat ini masih sangat memprihatinkan, tak ada lahan parkir yang tersedia, sehingga dinilai berbahaya.

Bukan hanya menjual ikan segar, Fish Market tersebut nantinya juga bakal menjadi lokasi jualan olahan hasil laut.

Seperti misalnya menjadi pusat oleh-oleh ikan tapa dan bale nasu khas Bulukumba. Dengan begitu, masyarakat akan semakin produktif dan perputaran ekonomi semakin tinggi.

“Ibu-ibu bisa jualan, bisa produktif. Dan itu pasti ramai, karena ini jalur pariwisata. InsyaAllah saya akan fasiltasi. Saya datang untuk pikirkan bagaimana kesejahteraan saudara-saudara kita disini,” jelas Andi Utta.

Selain itu, Andi Utta juga menyampaikan program 1000 rumpon. Hal tersebut merupakan salah wujud perhatiannya untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

Selama ini, jika nelayan mencari ikan di rumpon, sepertiga dari hasil pendapatan nelayan diberikan kepada pemilik rumpon.

Sementara jika program 1000 rumpon yang dibuat Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf, semua nelayan bebas untuk mengambil ikan tanpa harus dipotong setoran.

“Semua nelayan silakan ambil ikan di rumpon yang disediakan. Tidak adaji setoran. Cukup kita jaga saja (rumpon-nya), kalau kita jaga dengan baik, lama juga kita pakai,” pinta Andi Utta. (idj)


Pos terkait