Berkas Dua Tersangka Pembunuhan Adik Kandung Dinyatakan P21

Dua tersangka kasus pembunuhan di Bantaeng telah diserahkan ke JPU Kejari Bantaeng, Selasa (4/8/2020).


STARNEWS.ID, BANTAENG — Sekian lama diproses, Polres Bantaeng akhirnya melimpahkan dua tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Pattaneteang pada bulan Mei Lalu, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng.

Bacaan Lainnya

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), pelimpahan tahap dua berkas kasus pembunuhan itu lengkap dan dinyatakan P21.

Selain dua tersangka, penyidik juga menyerahkan beberapa alat bukti. Pelimpahan berkas SD dan RD berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng, Selasa (4/8/2020) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri pun menyampaikan terima kasih kepada pihak Kejari Bantaeng atas berkoordinasi yang baik bersama Polres Bantaeng sehingga penyidikan kasus ini berjalan dengan lancar.

Sebelum kasus Pembunuhan tersebut dinyatakan P21, Kejari Bantaeng sempat memberikan P19 tehadap BAP kasus itu. Sehingga penyidik satuan Reskrim Polres Bantaeng kembali melengkapi BAP kedua tersangka.

Untuk diketahui, tersangka SD dan RD tanpa ampun membantai seluruh anggota keluarga Rosmini yang tidak lain adalah adik dari kedua tersangka pada 9 Mei 2020 lalu.

SD dan RD melakukan aksi kejinya di rumah di Desa Pattaneteang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Selain membunuh adik kandungnya sendiri, tersangka juga melukai sejumlah warga.

Untuk d8ketahui, motif pembunuhan tersebut karena kasus siri. Dalam hal itu, korban dituding berhubungan badan dengan lelaki berinsial U yang merupakan sepupunya.

Dari keterangan diperoleh, kejadian terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2020, dimana dalam rumah korban ada 14 orang, di antaranya merupakan ayah, ibu, saudara dan ipar serta korban. Sedangkan tiga lainnya masing-masing kerabatnya berinisal U, E, I.

Sembilan di antaranya adalah keluarga korban masing-masing berinisial DG (50) ayah korban, A (50) ibu korban, RD (30), HD (28), ND (21), AD (20), SD (14) adalah saudara, AJ (40) dan RA ipar korban. Sedangkan tiga lainnya adalah korban penyekapan oleh terduga pelaku saat berada di rumah korban.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara, pada waktu kejadian, kata dia, korban meninggal dengan cara dipukuli kayu dan dibacok dengan golok, hingga korban berlumuran darah dan akhirnya tewas kehabisan darah. (din/dam)

Terkait