BPD Bontokassi Pertanyakan Rp107 Juta Sisa Anggaran Covid-19

Ilustrasi anggaran Covid 19 (int)

STARNEWS.ID,BGOWA — Pengalihan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk penanganan Covid-19 berbuntut persoalan di Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe, Gowa. Badan Permusyarakatan Desa (BPD) setempat mempertanyakan sisa anggarannya. 

Anggota BPD Desa Bontokassi, Mardhan Mangung menyebutkan, total anggaran Dana Desa yang dialihkan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp328 juta. Namun yang direalisasikan ke masyarakat hanya sekitar Rp221 juta saja.

Anggaran Rp221 juta itu dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa kepada 123 penerima. BLT itu dibagi tiga kali. Dengan begitu, tersisa Rp107 juta. Namun tidak jelas peruntukannya.

“Berarti masih ada sekitar Rp107 juta anggaran yang tidak tersalur. Ini tidak jelas rimbanya. Makanya atas nama BPD, saya pertanyakan ini,” beber Mardhan Mangung, Senin, (6/7/2020).

Eks Kades Lonjoboko ini mengungkapkan, masih banyak item Dana Desa yang dicantumkan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) penanganan Covid-19 Desa Bontokassi yang tidak terealisasi. 

Salah satunya, sebut dia, adalah pengadaan pembentukan posko Covid-19. Termasuk anggaran operasional petugas posko Covid-19. “Pengadaan posko Covid-19 berikut anggaran operasional petugas posko tidak direalisasikan,” ungkap dia.

Penggunaan anggaran Dana Desa Bontokassi memang selalu jadi sorotan. Bukan kali ini saja. Sebelumnya, alokasi Dana Desa untuk pembangunan fisik di desa itu juga diduga sarat masalah. 

“Kades juga tidak pernah membuat Laporan Pertanggungjawaban. Tapi ironisnya tidak pernah ditindaki oleh Pemkab Gowa,” ucap Mardhan Mangung.

Kepala Desa (Kades) Bontokassi, Haeruddin yang dikonfirmasi terpisah, lagi-lagi menolak memberikan tanggapan. Saat dihubungi via telepon, Haeruddin menjawab tidak sesuai dengan pertanyan yang diberikan. “Saya di bengkel ini dekat pesantren,” jawab Haeruddin singkat. (rus/dam)

Terkait