Cara Rasulullah SAW Hadapi Buzzer

Oleh : Satria Hadi Lubis

BEBERAPA hari setelah istri saya, Ustadzah Kingkin Anida, ditangkap polisi tanggal 10 Oktober 2020 karena sangkaan postingan hoaks, akun FB saya dan istri saya “diserang” oleh para buzzer yang menyindir, mencaci dan mengeluarkan kata-kata kotor terhadap saya dan istri.

Bacaan Lainnya

Jika ada komen provokatif di akun medsos kita sebaiknya BLOKIR atau DIAMKAN saja mereka “nyampah”. Tak usah dibalas atau dilayani, sehingga terjadi perang komen. Percuma juga melayani para buzzer yang memang tugasnya membuat onar dan memecah belah di akun medsos kita.

Hal ini juga sesuai dengan sikap Rasulullah SAW dan para sahabat. Mungkin diantara kita ada yang bertanya, memang ada “buzzer” di masa Rasulullah SAW? Ya…di masa Rasulullah SAW juga ada “buzzer.” Media mereka tentu bukan teknologi digital, tapi syair dan khabar yang disebarkan secara massif dari mulut ke mulut untuk menjelekkan dakwah Rasulullah SAW, menyebarkan berita hoax, dan mencaci maki beliau. Tujuannya agar masyarakat Arab waktu itu membenci Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Lalu apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat? Jawabnya adalah TIDAK ADA yang memperdulikan para “buzzer” tersebut, tidak ada yang membicarakannya. Apalagi menyebarluaskan syair-syair mereka, sehingga seiring waktu, hilanglah syair-syair celaan dan hinaan tersebut ditelan masa.

Itulah sebabnya saat ini kita tidak pernah menjumpai bait-bait syair yang mencaci maki Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya waktu itu. Bukan karena tidak ada, tapi karena sudah hilang dengan sendirinya. Rasulullah SAW dan para sahabat TIDAK MENYIBUKKAN DIRI membalas cacian dan hinaan para “buzzer” itu, tapi mereka sibuk berdakwah membina umat dan memperbaiki diri untuk berakhlak mulia. Dengan sibuk berdakwah dan berakhlak mulia itulah perlahan tapi pasti Rasulullah SAW dan para sahabat mendapatkan dukungan dari masyarakat dan memperoleh kemenangan dakwah.

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat tersebut perlu kita contoh di medsos, yaitu dengan tidak menanggapi berita yang provokatif dan caci maki yang dilakukan para buzzer. Tidak juga melayani atau menyebarluaskannya. Pasti berita tersebut akan segera hilang. Biarkan saja lewat di beranda kita tanpa tanggapan atau diblokir saja…

Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khatab RA pernah berkata:

أميتوا الباطل بالسكوت عنه، ولا تثرثروا فيه، فينتبه الشامتون

“Matikanlah kebatilan dengan mendiamkannya, janganlah kalian meributkannya, sehingga didengar oleh orang yang menyukainya (senang dengan bencana orang lain)”

Semoga kita termasuk golongan yang ada dalam pernyataan Umar yang tertulis dalam kitab Hilyah Auliya’:

إنَّ لله عبادًا يُميتون الباطل بهجره، ويحيون الحقَّ بذكره”.

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba yang mematikan kebatilan dengan cara meninggalkannya, dan menghidupkan kebenaran dengan cara menyebut-nyebutnya”. (*/)


Pos terkait