Cegah Klaster Wisata, Warga Luar Gowa Dilarang ke Malino

Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhyl menyerukan kepada pengunjung yang berwisata di kawasan hutan Pinus Malino agar tetap menerapkan protokol kesehatan, Sabtu (15/5/2021). (Foto : Humas Polsek Tinggimoncong)

STARNEWS.ID,TINGGIMONCONG— Tingginya animo masyarakat berekreasi ke tempat wisata pasca libur Idulfitri 1442 Hijriah jadi atensi aparat.

Tindakan pembatasan dilakukan kepada pengunjung guna mencegah penyebaran Covid-19 dari tempat wisata.

Bacaan Lainnya

Contohnya saja wisata alam Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa. Pasca lebaran, Kota Bunga julukan Malino padat dikunjungi masyarakat.

Aparat kepolisian bersama pihak terkait lainnya pun melakukan upaya strategis untuk menahan laju masyarakat berwisata ke Malino. Diantaranya menggelar sweeping kendaraan, hingga tes swab antigen.

Bahkan lebih tegas, polisi melarang warga luar Gowa untuk berwisata ke Malino sementara waktu.

“Pihak kepolisian kembali menegaskan bahwa, kawasan wisata Malino dibatasi jumlah pengunjung. Yang bisa berkunjung ke Malino hanya warga lokal atau warga yang berdomisili di Kecamatan Tinggimoncong dan Kecamatan Parigi,” ujar Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhyl, Senin (17/5/2021).

Di luar warga lokal itu, kata dia tidak dibolehkan. Yang ngotot akan disuruh putar balik. Terkecuali jika memiliki surat keterangan bebas Covid-19. Misalnya warga dari Kabupaten Sinjai yang akan melintas dibolehkan asal menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19.

“Langkah tegas ini dilakukan sesuai petunjuk Satgas Covid – 19 tingkat Provinsi,” terangnya.

Kata dia, berdasarkan surat edaran pemerintah terkait pembatasan jumlah pengunjung lokasi wisata hanya 50%.

Apalagi, Kecamatan Tinggimoncong akan dijadikan percontohan pemberlakuan pembatasan pengunjung 50 persen untuk kawasan wisata di Sulsel.

“Dengan demikian upaya pembatasan terhadap pengunjung wisata Malino akan terus dilakukan agar penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir,” pungkas Iptu Hasan. (rus)


Pos terkait