Cegah Stunting, Pemkab Enrekang Maksimalkan Asupan Gizi buat Anak-anak

Bupati Enrekang, Muslimin Bando didampingi Sekdakab Enrekang, Baba bersama Kadis Kesehatan Sutrisno. SKM, MM berfose bersama usai menggelar teleconfrensi Zoom di Rujab Bupati Enrekang, Kamis (25/06/2020).

STARNEWS.ID, ENREKANG — Pemenuhan asupan gizi buat anak-anak terus diupayakan di Enrekang. Hal itu sebagai bukti keseriusan Pemkab Enrekang dalam upaya menurunkan angka penderita stunting.

Langkah menurunkan stunting atau gagal tumbuh anak itu juga berkenaan upaya mengantar Enrekang menuju kabupaten sehat.

Bacaan Lainnya

Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah anak lahir. Anak yang menderita stunting berdampak tidak hanya pada fisik yang lebih pendek saja, tetapi juga pada penurunan kecerdasan dan produktivitas di usia dewasa. Sehingga masa mendatang akan menjadi beban negara.

Untuk mencegah stunting dan dampaknya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah kabupaten Enrekang menggelar “ Rembuk aksi percepatan penurunan Stunting”, dengan melibatkan seluruh OPD terkait serta meluncurkan kegiatan pendampingan di 22 desa Lokus Stunting Kabupaten Enrekang.

Bupati Enrekang, Muslimin Bando menyampaikan, wabah Covid-19 tidak akan menyurutkan niat Pemkab Enrekang untuk melakukan segala langkah yang berkaitan dengan upaya pencegahan stunting.

“Semoga angka penderita stunting di Enrekang bisa diminimalisir dengan tetap melalukan intervensi kepada keluarga yang masuk kategori stunting,” ujar Muslimin.

Demi memaksimalkan upaya penanganan dan pencegahan stunting, lanjut Muslimin, perlu juga melibatkan semua stakeholder.

Termasuk Dinas Kesehatan, PKK, Baznas dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Enrekang.

Langkah yang dilakukan mulai dari perbaikan gizi dan kesehatan, serta ketahanan rumah tangga seperti menekan angka kelahiran.

“Di Enrekang ada 22 lokasi khusus dari 129 desa kelurahan di Kabupaten Enrekang yang sudah kita intervensi maksimal dalam melakukan menekan angka stunting,” tambahnya.

Terkait, Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrisno saat ditemui di ruang pendopo Rujab Enrekang, Kamis (25/6/2020) menuturkan, fokus kegiatan pendampingan gizi adalah mendampingi keluarga.

“Dengan sasaran dimulai dengan umur kelompok 1000 hari pertama kehidupan anak yaitu mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun,” kata Sutrisno.

Tujuan dari program pendampingan gizi adalah untuk melaksanakan intervensi penanggulangan stunting di tingkat masyarakat secara terintegrasi.

“Dengan target Pemerintah Kabupaten adalah menurunkan prevalensi stunting dari target 35,65 persen tahun 2020 menjadi 19,5 persen di tahun 2023,” pungkasnya. (zai/dam).

Terkait