Desa Tapong Enrekang Berpotensi Jadi Destinasi Agrowisata Buah.

STARNEWS.ID, ENREKANG — Tak asing lagi bagi masyarakat mendengar sebutan Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang yang dikenal memiliki potensi alam sebagai penghasil buah – buahan ciri has desa tersebut, termasuk buah durian, rambutan dan langsat sehingga daerah tersebut sangat layak dan berpotensi untuk dijadikan Agrowisata Buah.

Melihat potensi ini Kades Tapong , Saharuna Tjabaruddin mulai mengembangkan inovasi terkait potensi kawasannya , dikatakan juga bahwa memang desanya pernah meraih juara 1 kegiatan lomba Halaman Asri Teratur dan Nyaman ( HATINYA ) PKK tingkat nasional ini akan kembali dijadikan sebagai agro buah yang diyakini akan menjadi sorotan 5 Tahun ke depan.

Menurut Saharuna, saat ini Tapong sudah memiliki salah satu destinasi Wisata Alam yaitu air terjun La Salassang, yang nantinya akan mendukung pengembangkan Agrowisata budidaya pohon buah- buahan dan menjadikannya suatu wisata baru yaitu Agrowisata Buah.

“Selain untuk dikonsumsi, bisnis buah – buahan khususnya durian merupakan salah satu peluang bisnis paling menggiurkan saat ini sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat ” kata Saharuna, Sabtu (17/04/2021).

“Oleh karena itu, saya mengajak warga masyarakat khususnya generasi muda untuk kembali ke alam mengembangkan potensi wilayah yang ada. Kita manfaatkan lahan – lahan kosong yang memang potensial sekali untuk ditanami  pohon buah – buahan ” lanjutnya.

Lahan – lahan ini nantinya akan ditanami pohon buah – buahan diantaranya durian  musang king, motong, rambutan lengkeng dan sebagainya. Namun, produk unggulan yang diyakini akan lebih menonjol dari buah yang lain adalah durian musang king yang dikenal enak rasanya dan memiliki daya jual tinggi.

” Durian musang king menjadi salah satu durian paling populer saat ini, durian dengan bibit yang berasal dari Malaysia ini dikenal sebagai durian terbaik dunia. rasa dan kualitasnya yang memang jauh berbeda dengan durian yang lain, saat ini sebagian besar warga masyarakat sudah menanamnya dan diperkirakan bisa berbuah dalam waktu 5 Tahun kedepan ” jelas salah satu tokoh masyarakat, Saharuddin Pata.

Tidak dipungkiri kalau durian adalah salah satu buah primadona yang tidak dimiliki semua daerah . Bukan hal mustahil kalau Desa Tapong nantinya menjadi ikon penghasil durian yang berkualitas dengan (musang king) sehingga bisa menarik para penggemar buah untuk berkunjung ke daerah ini nantinya.

Dengan keterlibatan dan kerjasama seluruh stakeholder mulai dari pemerintah, warga masyarakat (kelompok tani) dan para tokoh yang berdomisili di luar daerah sebagai bentuk kerjasama pemberdayaan ekonomi masyarakat agar memiliki daya jual.

Dalam pengelolaan nantinya , Saharuna Tjabaruddin berharap kembali ke alam atau tadabbur alam sehingga kelestarian alam tetap terjaga dan berharap mampu mengembangkan potensi alam sebagai suatu pilihan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.(Zai)


Pos terkait