Dialog Ramadan, Adnan Paparkan Strategi Pemda Gowa Makmurkan Masjid

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan jadi narasumber dalam dialog ramadan online. (foto rusli/starnews.id)

STARNEWS.ID, GOWA – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjadi narasumber pada dialog Ramadhan yang diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui aplikasi zoom, Selasa (19/5/2020).

Dialog yang menghadirkan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, dan Dewan Masjid ini mengangkat tema tema Memakmurkan Masjid Pasca Covid 19.

Pada kesempatan ini, Bupati Adnan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memakmurkan selama ini masjid khususnya di Masjid Agung Syekh Yusuf yaitu dengan melaksanakan berbagai kegiatan dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas).

Orang nomor satu di Gowa ini menyebutkan seperti kajian yang dilakukan ormas Islam setiap minggunya di Masjid Kebanggaan Kabupaten Gowa ini. Seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan beberapa ormas Islam lainnya.

Khusus untuk Masjid Agung Syekh Yusuf, Bupati termuda di Kawasan Timur Indonesia ini menyebutkan sudah mengalami beberapa kali renovasi. Mulai saat Pemerintahan Syahrul Yasin Limpo hingga dikepemimpinan.

“Masjid Agung Syekh Yusuf itu dibangun oleh Pak Sahrul kemudian disempurnakan oleh almarhum ayahanda tercinta Pak Ichsan Yasin Limpo lalu kemudian saya renovasi total tentukan,” ujar Adnan.

Selain Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa juga memiliki Masjid Tua Katangka. Masjid ini kata Adnan merupakan salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan yang menjadi sumber peradaban Islam di Sulsel khususnya di Kabupaten.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya masjid-masjid ini kita lebih membumikan agama kita dan juga ini menjadi kewajiban kita untuk mensyiarkan agama Islam di wilayah kita masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengaku sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memakmurkan masjid dengan merenovasi masjid Agung Syekh Yusuf sehingga nyaman digunakan.

“Masjid itu betapa indahnya di dalam luar baisa. Kami juga aktif di situ memberikan kajian jumat ibadah yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun. Nyaman sekali sound sistem juga sangat baik. Kalau ke masjid agung senang sekali,” ujar Penulis Buku Melawan Takdir ini. (rus/uba)

Terkait