Dianggarkan Triliunan, Pemprov Berhati-hati Jalankan Proyek Stadion Mattoanging

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memastikan, semua tahapan pembangunan Stadion Mattoanging terus berjalan. Pernyataan itu sebagai tanggapan akan tuntutan suporter PSM Makassar beberapa hari yang lalu.

Figur nomor satu di pemerintahan Sulsel itu menyampaikan, stadion yang beralamat di Jalan Cendrawasih, Makassar itu telah menelan anggaran yang cukup besar. Sehingga ia ingin pelaksanaan proyeknya berjalan bersih dan mengikuti aturan hukum yang ada.

Bacaan Lainnya

“Hingga pada akhirnya kita bisa mencegah risiko-risiko dalam pelaksanaan pembangunan nantinya,” ungkap Nurdin Abdullah, Kamis (11/2/2021).

Dijelaskan, seluruh dokumen yang dibutuhkan terkait pembangunan Stadion Mattoanging telah dilengkapi pada tahun 2020. Di antaranya, dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH), Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Analisis Dampak Lingkungan Lalu Lintas (AMDALALIN), Audit Fisik, Pembongkaran Stadi, hingga terakhir Detail Engineering Desain (DED).

Desain pembangunan Stadion Mattoanging

Untuk tranparansi sendiri, Nurdin meminta pengawasan dan pendampingan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP-RI), Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Sulsel, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta unsur terkait lainnya.

“Setiap dokumen pembangunan yang selesai di audit dengan ketentuan yang ada. kami sangat berhati-hati karena proyek ini menggunakan anggaran yang sangat besar”, jelasnya.

Menurutnya, tersisa dua tahapan lagi yang perlu dilewati. Saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel sementara menyelesaikan tahapan proses Manajemen Konstruksi (MK) yang dalam waktu dekat ini ditayangkan tendernya.

“Fungsi MK saat ini mereview dan mengawasi perencanaan dan pembangunan nantinya. Setelah itu menuju tahap akhire yaitut lelang konstruksi, menentukan kontraktor yang akan membangun stadion,” ujarnya.

Disebutkan, anggaran yang dibutuhkan dalam proses pembangunan Stadion Mattoanging dipastikan sudah siap, yaitu Rp. 1,1 triliun yang bersumber dari APBD Tahun 2021 serta Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan telah disetujui oleh DPRD Sulsel.

“Proyek ini akan dikerjakan secara Multiyears, sehingga target selesai pada Tahun 2022,” imbuhnya.

Nurdin mengharapkan dukungan segenap pihak agar pembangunan Stadion Mattoanging berjalan lancar. Sehingga Sulsel memiliki stadion bertaraf internasional.

Sekadar untuk diketahui, susunan anggaran Stadion Mattoanging masing-masing, AMDAL sebanyak Rp726 juta, AMDALALIN Rp250 juta, sementara untuk DED sebanyak Rp20 miliar. Total anggarannya di tahun 2021 ini mencapai Rp 1,1 triliun, termasuk untuk pembangunan konstruksi fisik.

Sebelumnya, Kepala Dispora Sulsel, Andi Arwin Azis menuturkan, proses pembangunan Stadion Mattoanging Andi Mattalatta Makassar telah memenuhi syarat administrasi untuk dilanjutkan pada pembangunan konstruksi fisik.

Juga disiapkan alas hak proses pembangunan Stadion Mattoanging Makassar. Semua dilakukan untuk mitigasi masalah yang akan muncul di kemudian hari.

Apalagi, lanjut Arwin Azis, dari seluruh proyek strategis Pemprov Sulsel, Stadion Mattoanging yang paling besar anggarannya. Olehnya itu, perlu kehati-hatian dalam mengerjakan konstruksi fisik.

“Saya merasa terpanggil untuk menjelaskan yang sebenarnya. Kami sudah melakukan persiapan langkah-langkah. Kami pun sudah ada dokumen. Bahkan kemarin sudah rampung semuanya,” jelasnya, Rabu (10/2/2021).

“Tahapan inilah yang harus kita lakukan. Karena ini menggunakan anggaran daerah. Tidak serta-merta harus membangun. Kita harus memenuhi kebutuhan dokumen-dokumen. Sehingga proses ini butuh waktu, sehingga inilah yang kita harapkan proses ini tetap berjalan,” lanjutnya.

Adapun pihak yang ikut sama-sama mengawasi pembangunan Stadion Mattoanging Makassar ini, Kejati Sulsel, BPKP, IKPP dan dari tim teknis terdiri dari Dinas PUTR dan BKAD.

“Kami tetap melakukan manajeman kontruksi. Kita telah mengajukan untuk manajemen konstruksi. Nah ini butuh waktu. Perlu saya sampaikan bahwa dalam proses mulai dari persiapan sampai lelang, kita senantiasa didampingi IKPP, Kejati, BPKP, tim teknis yang terdiri atas Dinas PUTR, BKAD,” jelasnya.

“Ini juga senantiasa kita sampaikan, sehingga apabila ada hal-hal yang mungkin terjadi di lapangan. Kami berharap itu tidak mempengaruhi tahapan, cuman memang tidak semudah yang bayangkan. Ada proses yang kami sampaikan, ada hal yang perlu kita penuhi,” imbuhnya. (fan/dam)


Pos terkait