Dicoret dari Daftar BST, Warga Miskin di Kelurahan Lanna Meradang

Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) siap menerima bantuan dari petugas Pos di aula kantor Camat Parangloe, Gowa, Sabtu (17/4/2021). Puluhan warga kategori miskin di Kelurahan Lanna dicoret dari daftar penerima BST tahap 12-13, periode Maret-April 2021.(Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWS.ID,GOWA—Puluhan warga kategori miskin di Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Gowa kini meradang. Harapan masih mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) pupus, setelah nama mereka dicoret dari daftar penerima manfaat.

Nama mereka tak lagi tertera dalam daftar KPM BST tahap 12-13 yang disalurkan Sabtu (17/4/2021) hari ini.

Bacaan Lainnya

Sariani Dg Ngintang, salah satu warga yang namanya dicoret dari daftar penerima BST Kelurahan Lanna mengaku sejak tahap pertama program bantuan Kemensos RI ini ada, dirinya selalu masuk daftar sebagai penerima manfaat.

Terakhir, Ia menerima dana BST periode Januari-Februari 2021 senilai Rp600 ribu. Dengan rincian Rp300 ribu perbulan.

“Namun di daftar penerima BST tahap Maret-April yang diumumkan pihak kelurahan, nama saya sudah tidak ada. Dicoret,” tutur Sariani.

Perempuan berstatus janda ini mempertanyakan pencoretan namanya dari daftar penerima BST. Selain merasa masih cukup layak menerima bantuan, dokumen persyaratan penerima BST yang dimilikinya juga tidak ada masalah.

“Saya juga tidak terdaftar sebagai penerima bansos lainnya. Baik itu PKH maupun BNPT. Selama ini yang saya terima hanya BST. Kalau soal dokumen KK sudah diperbaiki oleh pihak kelurahan. Ada surat pernyataan perbaikan yang diteken oleh Lurah, saya pegang,” bebernya.

Daeng Juma, warga Kelurahan Lanna lainnya yang ikut dicoret juga mempertanyakan hal yang sama.

“Iye. Nama saya juga sudah dicoret dalam daftar penerima BST,” ungkapnya.

Lurah Lanna, Muhammad Amir yang dikonfirmasi terkait masalah ini hanya berjanji ingin mengecek.

“Saya cek dulu,” katanya.

Sekretaris Lurah Lanna, Kaharuddin yang dikonfirmasi sebelumnya menjelaskan, bahwa sebelum penyaluran BST tahap 12-13 dilakukan validasi data.

Dari hasil validasi data itu, jumlah penerima BST di Kelurahan Lanna berkurang dari total 103 tersisa 88 KPM.

“Yang verifikasi data kemarin itu Dinsos melalui pendamping TKST kecamatan,” dalihnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol mengatakan, sesuai instruksi Kemensos RI dilakukan validasi data penerima bansos sejak Januari 2021.

Dalam verifikasi itu dilakukan perbaikan atau padanan data KK dan KTP dari penerima manfaat oleh Dinsos dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil).

Dalam validasi data tersebut, pihak Dinsos berkoordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan. Hasil validasi data itu kemudian diserahkan ke Pusdatin.

“Jadi yang daftar penerima bansos yang berkurang itu karena terindikasi invalid datanya,” jelasnya.

Syamsuddin menyebutkan, pasca validasi data dilakukan, jumlah penerima bansos di Gowa pun berkurang. Khusus untuk BST Kemensos dari 15.136 KPM berkurang menjadi 12.656 KPM. (rus)


Pos terkait