Diduga Belum Terdaftar di Infokom dan Kesbangpol, Oknum Wartawan-LSM Ikut Intervensi Sengketa Tanah

Ilustrasi sengketa tanah (int)


STARNEWS.ID, PANGKEP — Perkara sengketa tanah di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa terus berlarut-larut. Sehingga memancing LSM dan wartawan untuk ikut mengintervensi.

Namun upaya berdalih memediasi perkara perseteruan tanah antara Mf dan Jf tersebut rupanya ditolak Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Bulu Tellue, Agus Muhammad Said dan Camat Tondong Tallasa, Muh Imran Fattah.

Bahar yang mengaku dari sebuah LSM menuturkan, mereka melakukan kunjungan pada 24 Juli lalu untuk membantu masyarakat meluruskan permasalahan yang terjadi antara Mf dengan Jf.

Menurut Bahar, perkara tanah tersebut tidak sesuai prosedur dan amburadul. Sehingga menyebabkan kegaduhan saat itu.

“Pak desa (Plt Kepala Desa Bulu Tellue, Agus Muhammad Said) saat itu telah siap dengan seluruh perangkatnya. Ada Babinsanya, ada Bhabinkamtibma, ada Kapolsek, ada Bapak Camat. Seolah-olah siap untuk menjebak kami,” tutur Bahar, Kamis (6/8/2020).

Menurut seorang wartawan yang juga bermaksud ikut memediasi persoalan tersebut, MH mengatakan, Kepala Desa Bulu Tellue, Agus Muhammad Said spontan menyebut dirinya sering datang meminta sesuatu dua berkenaan perkara sengketa tanah tersebut.

Ia mengaku, Kepala Desa Bulu Tellue, Agus Muhammad Said melarang dirinya dan LSM terkait berkunjung ke tempat kerjanya.

“Padahal saya dan Pak Bahar ke sana (Kantor Desa Bulu Tellue) karena adanya masyarakat yang mau dibantu dalam menyelesaikan masalah yang terjadi,” aku MH.

Dalam persoalan tersebut, turut melibat satu anggota sebuah LSM dan dua wartawan yang tak bersedia disebutkan perusahaan media tempat ia bekerja.

Terkait, Plt Kepala Desa Bulu Tellue, Agus Muhammad Said dan Camat Tondong Tallasa, Muh Imran Fattah memberikan tanggapan yang serupa.
Disebutkan, oknum anggota LSM tersebut tidak terdaftar di Kesbangpol Pangkep. Sementara satu dari dua oknum wartawan tidak terdaftar di Infokom Pangkep.

“Hari itu memang saya mengatakan hal tersebut bahwa jangan mi datang kalau tidak jelas tujuan dan arahnya. Apalagi bawa surat yang tidak ada stempel, sementara mengaku anggota LSM,” ungkap Camat Tondong Tallasa, Imran Fattah, Kamis (6/8/2020).

“Mereka itu datang seolah tidak punya etika. Katanya mau bela masyarakat, sementara datang di kantor meminta “sesuatu” dengan alasan silaturrahmi. Dan mereka tidak mau pergi kalau tidak diberi. Makanya, saya tanyakan semua identitasnya dan konfirmasi ke Kesbangpol, dan jawabannya tidak ada LSM yang disebutkan saudara Bahar terdaftar di sana,” imbuh Imran Fattah.

Sementara Plt Kepala Desa Bulu Tellue, Agus Muhammad Said menyatakan, pada 24 Juli lalu pihaknya telah mengantisipasi bakal datangnya pihak LSM dan wartawan yang akan mendatanginya terkait sengketa tanah.

“Saya waktu itu memang sudah tahu kalau mereka mau datang, jadi saya hubungi semua aparat karena mereka katanya mau mediasi terkait Kasus Mf dan JAf. Tapi kami selaku aparat desa sudah melakukan konfirmasi juga ke Jf bahwa Mf mau datang tanpa perantara siapapun. Maka JF akan hadir. Tapi ini kan yang datang Bahar Cs dan sudah 2 kali temannya datang untuk interogasi,” terang Agus. (mit/dam)

Terkait