Diduga Menganiaya, Warga Lanna Dipolisikan

Pelaku dugaan penganiayaan dan pengancaman

STARNEWS.ID,PARANGLOE— Warga Parang, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Gowa berinisial Juf harus berurusan dengan aparat berwajib.

Ia dipolisikan oleh Musafir Dg Sila dengan kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman.

Bacaan Lainnya

Kasus ini sementara tengah bergulir di Polsek Parangloe. Penuturan Musafir selaku korban, Ia didatangi pelaku di rumahnya pada hari Senin (2/8/2021) sekitar Pukul 17.00 WITA.

Saat itu, pelaku langsung memelintir tangannya. Setelah melakukan tindakan itu, pelaku sempat pulang. Namun tidak lama kemudian datang kembali mengamuk sambil membawa parang.

“Ada beberapa kali pelaku datang ke rumah mengamuk dengan parang terhunus. Sambil mengeluarkan kalimat bernada ancaman. Sebelumnya tangan saya diplintir. Ini masih terasa sakitnya,” tutur Musafir, Rabu (4/8/2021).

Musafir mengaku sangat keberatan dengan tindakan pelaku. Keesokan harinya pasca kejadian yakni Selasa (3/8/2021), dirinya pun melaporkan pelaku ke Polsek Parangloe.

“Tindakan pelaku sudah keterlaluan. Saya tidak terima, makanya saya polisikan,” ungkapnya.

Saksi mata, Firdhawati mengatakan, saat mendatangi rumah korban, pelaku diduga dalam keadaan mabuk.

“Pelaku awalnya mengamuk dengan merusak pondasi rumah. Setelah itu berteriak-teriak sambil menyebut nama om Sila (Musafir Dg Sila,red) dengan membawa parang,” beber Firdhawati.

Kapolsek Parangloe, Iptu Mudatsir melalui Kanit Reskrim Polsek Parangloe, Ipda Kamaruddin mengatakan, kasus ini sementara dalam proses penyelidikan.

Baik pelapor maupun terlapor termasuk beberapa saksi yang melihat kejadian tersebut sudah diambil keterangannya.

“Kita masih lidik,” ujar Kamaruddin singkat.

Mengenai motifnya, kata dia, terkait soal masalah pekerjaan toilet yang dikerjakan terlapor di rumah Musafir Dg Sila.

“Motifnya menyangkut masalah pekerjaan WC. Pelaku katanya sudah diberi uang Rp1 juta dari janji Rp2 juta. Namun WC itu belum selesai. Nah pada saat ditagih oleh Musafir ini pelaku marah-marah. Kemudian datang mengamuk dan diduga melakukan penganiayaan,” papar Kamaruddin. (rus)


Pos terkait