Doa Bersama Manajemen Phinisi Hospitality-Sriwijaya Air buat Pihak Terdampak Musibah

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Empati dan turut berduka atas beragam cobaan di awal 2021 sangat dirasakan semua pihak. Termaduk manajemen Phinisi Hospitality dan Sriwijaya Air.

Beragam cobaan itu antara lain, insiden terjatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 dan bencana gempa ampitudo 6,2 di Sulawesi Barat, khususnya di Mamuju dan Majene. Juga bencana tanah longsor maupun banjir di sejumlah daerah di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Buat para korban maupun pihak yang terdampak musibah tersebut, manajemen Phinisi Hospitality dan Sriwijaya Air menyelenggarakan doa bersama lintas agama di Hotel Claro Makassar, tepatnya di Sandeq C Ballroom, Senin (18/1/2021).

“Kita hentikan sejenak aktivitas kita, dan bersama para ulama para wakil Tuhan untuk berdoa bersama,” ujar CEO Phinisi Hospitality, Anggiat Sinaga.

Ia pun menyampaikan, peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini menggambarkan bahwa manusia tidak ada artinya dan tidak superior di mata Tuhan.

“Melawan Covid tidak ada yang kuat, melawan gempa dan bencana lainnya tidak ada yang kuat,” ungkap Anggiat.

Sementara District Manager Sriwijaya Air, Freddy J De Hart menyampaikan, turut saat insiden Sriwijaya Air SJ-182 sebanyak 60 orang. Terdiri 40 orang dewasa, 7 orang anak-anak dan 3 anak bayi. Juga 12 kru Sriwijaya Air, yakni 6 kru bertugas serta 6 kru ekstra.

“Insiden ini sangat memukul kami, karena ini paling berat dan memakan korban,” ungkap Freddy.

Ia juga mengatakan, seluruh manajemen berserta staf Sriwijaya Air berkomitmen terus melakukan pendampingan semaksimal mungkin kepada keluarga terdampak musibah.

Ia juga meminta dukungan Basarnas serta TNI-Polri guna melancarkan proses evakuasi.

“Ini data yang terverifikasi sudah 29 penumpang,” katanya.

“Mohon doa dan dukungannya, agar proses evakuasi ini dimudahkan dan sehingga kami menangani ini dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya. (fan)


Pos terkait