Dosen Fakultas Hukum Unhas Raih Gelar Doktor di Unair 

Syarif Saddam Rivanie Parawansa, SH, MH. (foto ist)

STARNEWS.ID, SURABAYA – Syarif Saddam Rivanie Parawansa, SH, MH yang juga Dosen Fakultas Hukum Unhas meraih gelar Doktor di Universitas Airlangga (Unair), Kamis (17/9/2020).

Ivan demikian panggilannya menyelesaikan program doktor selama 4 tahun dengan IPK 3.59. Dalam ujian terbuka yang dilaksanakan secara langsung di kampus B Unair Surabaya, dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang juga tante dari Ivan.

Bacaan Lainnya

Saat dihubungi, Ivan menjelaskan Disertasi penelitiannya berjudul ‘Deradikalisasi Sebagai Sanksi Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme’.

Melalui bimbingan Promotor Koesrianti, SH., LLM, Ph.D dan Co Promotor Dr Toetik Rahayuningsih , SH., M.Hum dan dipimpin langsung Dekan Fakultas Hukum Unair Nurul Barizah, SH., LLM, Ph.D sebagai Ketua Sidang.

Sedang susunan penguji yakni Prof. Dr. Muchammad Zaidun, S.H., M.Si, Prof. Dr. Nur Basuki Minarno, S.H., M.Hum.
Dr. Sri Winarsi, S.H., M.H, Dr. Aktieva Tri Tjitrawati S.H., M.Hum, Dr. Radian Salman, S.H., LL.M.
Dr. Lina Hastuti, S.H., M.H., dan Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. (anggota).

Tim penguji dan pembimbing Ivan Parawansa  saat promosi doktor di Unair, Surabaya. (foto ist)

Dalam disertasinya sang doktor baru menjelaskan bahwa dirinya mengusulkan deradikalisasi harus dijadikan sebagai bentuk hukuman yang wajib dalam pemberantasan tindak pidana terorisme. Karena saat ini, deradikalisasi  hanya dijadikan sebagai syarat saja untuk mendapatkan remisi dan pb bersyarat berdasarkan PP No.99/2012 dan Permenkumham No.3/2018.

Deradikalisasi menurut sang doktor baru merupakan bentuk rehabilitasi pemikiran dan bertujuan untuk meminimalisir pemikiran radikalnya agar dapat sesuai dengan wasbang dan paham keagamaan.

Ivan juga mengusulkan bahwa deradikalisasi harus dijadikan sebagai bentuk sanksi tindakan dalam UU Tindak Pidana Terorisme yang dijalankan secara bersama sama dengan Sanksi Pidana baik Pidana Pokok maupun pidana tanbahan yang sebelumnya telah diatur dalam UU tersebut.

Syarif Saddam Rivanie Parawansa, SH, MH lahir di Surabaya, 16 Oktober 1991, Ia merupakan putra tunggal dari pasangan Prof Dian Parawansa, Ph.D dan DR dr Syarif Ibrahim, Sp.B.

Ivan merupakan juga cucu dari mantan Rektor IKIP Ujung Pandang/Makassar dan Anggota DPR/MPR RI dari Partai Golkar Prof Dr Paturungi Parawansa, Karaeng Tobo’. (*/)

Terkait