DPRD Bombana Berguru Program PAD ke Pemkab Gowa

Ketua Komisi I DPRD Bombana, Sultra, Nasruddin bersama Asisten I Setkab Gowa, Muh Rusdi memegang buku kamus besar disela kunjungan kerja di baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jumat (19/2/2021). (Foto : Humas Pemkab Gowa)

STARNEWS.ID,GOWA —- Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilirik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka pun berguru program peningkatan PAD ke Pemkab Gowa..

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bombana, Nasrudin mengatakan, kunjungan ke Kabupaten Gowa ini untuk belajar strategi Kabupaten Gowa dalam meningkatkan PAD.

Bacaan Lainnya

“Daerah kami merupakan pemekaran dari Kabupaten Buton. Saat ini usianya baru berumur 18 tahun. Ini jauh bedanya dengan Kabupaten Gowa. Makanya sangat tepat kalau kita banyak berguru ke daerah ini,” ungkap Nasruddin di kantor bupati Gowa, Jumat (19/2).

Dia mengatakan, apa yang diperoleh di Gowa ini menjadi bekal positif saat kembali ke Bombana. Termasuk bakal mengadopsi program peningkatan PAD Pemkab Gowa.

“Kami akan mengadopsi program peningkatan PAD Gowa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Gowa, Ismail Majid menyebutkan meski pandemi Covid-19, realisasi PAD Gowa tetap stabil. Pada tahun 2020 lalu, pemasukan PAD di atas 100 persen dari target

“Alhamdulillah PAD Tahun 2020 kami target sebesar Rp 224 miliar dan yang terealisasi sebesar Rp228 miliar atau di atas 100 persen. Dan ini mendapat apresiasi dari KPK karena kita mampu mencapai 80 persen lebih,” katanya.

Dirinya menyebutkan berbagai langkah dalam upaya meningkatkan PAD antara lain terus melakukan kajian terhadap potensi-potensi PAD yang ada di Kabupaten Gowa, pemutahiran data dan pengawasan.

“Beberapa hal inilah yang menjadi pemicu untuk melakukan intensifikasi peningkatan PAD,” ujarnya.

Sementara, untuk realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Gowa juga berjalan optimal atau mencapai 100 persen.

Hal ini bisa berjalan dengan baik karena pemerintah kabupaten memberikan perhatian kepada camat, kepala desa/lurah dan kepala dusun/lingkungan dengan memberikan penghargaan yang bisa mencapai target PBB.

“Kami telah memberikan reward kepada mereka berupa umroh. Dengan ada reward ini memberikan nuansa-nuansa positif bagi penerimaan pajak kita,” jelasnya.

Selain itu, salah satu upaya meningkatkan PAD Kabupaten Gowa yaitu dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). Sehingga semua proyek atau cabang perusahaan yang masuk di Kabupaten Gowa wajib membayar pajak.

“Kalau menggunakan Perda NPWPD ini maka perusahaan atau proyek nasional itu tidak bayar pajak lagi ke DKI Jakarta. Tapi PPH dari perusahaan tersebut masuk di daerah kita,” pungkasnya. (rus)


Pos terkait