Dua Perusahaan Diduga Melakukan Aktivitas Pertambangan secara Ilegal

STARNEWS.ID, KENDARI — CV Tanggobu Jaya dan PT Tripilar Sentosa Makmur dikabarkan melakukan penjualan tanah timbunan (urug) ke PT. Obsidian Stainless Steel (OSS). Padahal, dua perusahaan tersebut diduga belum mengantongi IUP produksi.

Forsemesta Sultra membeberkan dugaan permainan yang dilakonkan PT. OSS dan CV Tanggobu Jaya. Kordinator Presidium Forsemesta Sultra, Muhammad Ikram Pelesa (MIP) mengungkapkan, bahwa CV Tanggobu Jaya telah melakukan kontrak dengan PT OSS, pasca ditetapkan sebagai pemenang lelang untuk menyuplai timbunan di lokasi pembangunan terminal khusus (Tersus).

Kerja sama tersebut tertuang dalam kontrak nomor : 001/OSS-TJ/III/2020. Sehingga diduga kuat telah terjadi persekongkolan jahat.

“Bagaimana mungkin PT OSS menyatakan CV Tanggobu Jaya sebagai pemenang lelang untuk kegiatan penimbunan kawasan Tersus, sedangkan objeknya sedang berproses hukum, atas dugaan aktivitas pertambangan di dalam kawasan. Apalagi, belum ada IUP produksinya,” beber Ikram, Selasa (18/8/2020).

Lebih lanjut, Wasekjend PB HMI ini menjelaskan, modus yang digunakan PT OSS dan CV Tanggobu Jaya untuk melancarkan kerja sama mereka yakni dengan mengganti Direktur Utama uang sebelumnya dijabat oleh Kades Tanggobu, Jamal kepada Laode Darwin selaku kuasa Dirut yang baru.

“Karena Dirut sebelumnya berstatus tersangka, makanya kuasa Dirut diserahkan kepada saudara Laode Darwin, supaya bisa dilakukan kerja sama, dengan objek yang yang bermasaalah, ” bebernya.

Kepala Seksi Pemetaan dan Pemberian WIUP Mieneral Bakun Logam dan Batuan Dinas ESDM Provinsi Sultra, Laode Suhadar membenarkan, bahwa CV Tanggobu Jaya tak memiliki IUP produksi.

“Iya, CV. Tanggobu Jaya baru mengantongi IUP eksplorasi,” katanya.

Sementara itu, PT. Tripilar Sentosa Pratama juga diduga melakukan aktivitas pertambangan galian C (tanah timbunan) secara ilegal di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Konsorsium Nasional Aktivis Agraria (Konasara) membeberkan sejumlah aktivitas PT. Tripilar Sentosa Pratama yang diduga kuat menyalahi aturan alias ilegal.

Presidium Konasara, Budianto Marannu mengatakan, dalam aktivitas ilegal tersebut, PT Tripilar Sentosa Pratama bekerja sama dengan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).

Budi menyebutkan, PT. Tripilar Sentosa Pratama diduga kuat melakukan pengerukan tanah urug tanpa mengantongi dokumen IUP produksi. Dugaan lain yang juga dilakukan pihak perusahan tambang galian C ini adalah penggunaan jalan umum, tanpa dilengkapi izin pemanfaatan jalan.

“Ini jelas pelanggaran yang tidak dapat ditolerir dan dibiarkan. Maka berdasarkan kajian dan hasil investigasi yang kami lakukan, kami meminta dengan tegas kepada para pihak pemangku kebijakan untuk segera mencabut IUP PT Tripilar Sentosa Pratama, karena telah disalahgunakan,” tegas Budi.

Sementara Koordinator Lapangan Konasara, Oschar Sumardin menyebutkan bahwa pihaknya menduga kuat aktivitas PT Tripilar Sentosa Pratama tidak memenuhi kewajiban pajak.

Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Perusahaan tersebut diduga telah melakukan penggelapan pajak dengan cara memanipulasi pajak pertambangannya.

“Perusahaan tersebut diduga melakukan penggelapan pajak dengan cara memanipulasi pajak penghasilannya, kami akan check langsung ke Dinas ESDM Sultra, jika telah melakukan Rencana Kerja Anggaran Biaya, sebab itu merupakan bahan rujukan KPP Pratama Kendari untuk melakukan pengawasan laporan pajak. Jika terbukti, maka kami taksir telah terjadi kecolongan ratusan juta di daerah kita, mulai dari PAD dan lainnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Oscar menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil hearing bersama pihak Kantor Pajak Pratama Kendari, Jumat (7/8/2020), terungkap bahwa instansi tersebut belum pernah menerima undangan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) PT Tripilar Sentosa Pratama.

“Dengan demikian, maka dipastikan pelaporan pajak tidak pernah mereka (PT Tripilar Sentosa Pratama) lakukan,” ungkapnya.

Hingga berita ini dipublish, pihak PT Tripilar Sentosa Pratama dan CV Tanggobu Jaya belum bisa terkonfirmasi. (mir)

Terkait