Dua Pos Lantas di Sulsel Diserang, OTK Lempar Bom Molotov

Beginilah suasana pos polisi yang diserang orang tak dikenal (OTK). (foto ist)

STARNEWS.ID,GOWA-Pos Polisi di dua lokasi yang berbeda diserang orang tak dikenal (OTK). Dua pos polisi yang diserang itu yakni Satlantas Polres Gowa dan Polrestabes Makassar.

Insiden ini terjadi yakni di jalan AP Pettarani, Fly Over dan jalan Sultan Hasanuddin, Batas Kota Makassar-Gowa.

Bacaan Lainnya

Pelemparan bom molotov ini terjadi sekira pada pukul 04.30 Wita subuh tadi.

Aksi ini diduga dilakukan hanya seorang diri. Dalam rekaman CCTV tersebut tampak seorang pria memasuki pelataran pos Lantas Polres Gowa di jalan Sultan Hasanuddin, yang merupakan batas wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Pada menit 02.16 dalam CCTV tampak pria membakar bom molotov lalu membuka pintu pos polisi dan langsung melemparkan masuk kedalam pos polisi. Akibatnya mengalami terbakar di bagian dinding.

Untung tak ada korban jiwa dalam insiden pelemparan bom molotov.

Dipantau di lokasi, sejumlah polisi Sat Lantas Polres Gowa melakukan pembersihan pasca diserang OTK.

Tak ada garis polisi yang dipasang di lokasi.

Sementara di Pos Polisi Sat Lantas Polrestabes Makassar mengalami kerusakan pada banner bagian depan dan dinding. Itu lantaran diduga lemparan bom molotov.

Dimana saat itu ada petugas Sat Lantas Polrestabes di dalam ruangan pos polisi.

“Saya ditemani Briptu Reski juga anggota Sat Lantas Polrestabes Makassar, saya mendengar suara seperti kaca pecah,” terang Aipda Lendra dalam keterangan tertulisnya, Ahad (13/12/2020).

Lendra saat itu bersama Briptu Reski berada di dalam pos yang dilempar bom molotov.

Mendengar suara pecahan kaca, ia langsung memeriksa bagian depan Pos dan melihat Banner yang menempel dinding depan pos sudah terbakar, serta menemukan pecahan botol yang berhamburan.

Selain menemukan pecahan botol kaca, Lendra juga menemukan beberapa lembar kertas bertuliskan, yang melecehkan aparat kepolisian.

Hingga kini polisi masih menyelidiki insiden itu. Polisi juga melakukan olah TKP dari Sat Reskrim dan Inafis. (*/uba)


Pos terkait