Dua Tahun Vakum, Jagung Sulsel Kembali di Ekspor

Suasana ekspor jagung Sulsel setelah dua tahun vakum. (foto ist)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional. Produksi jagung Sulsel menduduki posisi tertinggi secara nasional bersama Jawa Timur dan Jawa Tengah

Beberapa kabupaten sentra pertanian jagung di Sulsel di antaranya Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Bone, Jeneponto, Wajo, dan Pinrang.

Bacaan Lainnya

Dalam setahun, biasanya ada tiga kali panen raya jagung, yakni pada bulan Februari-April, Juli-Agustus dan November-Desember. Dan berdasarkan prognosis Kementan, produksi jagung sepanjang tahun 2020 diperkirakan mencapai 24,16 juta ton. Hal ini membuat stok jagung aman sepanjang tahun 2020

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Makassar, Rabu (1/7/2020) memfasilitasi ekspor 6,6 ribu ton jagung biji (Zea Mays) asal Sulsel ke Filipina. Komoditas asal sub sektor hortikultura senilai Rp 24,7 milyar ini diberangkatkan dari Pelabuhan Laut Soekarno-Hatta Makassar.

“Alhamdulilah, ini adalah kali pertama ekspor setelah dua tahun sempat vakum,” kata Kepala Karantina Pertanian Makassar, Andi Yusmanto saat menyerahkan sertifikat fitosanitari sebagai persyaratan ekspor negara tujuan kepada eksportir, PT SAU.

Yusmanto menyebutkan, ditahun 2019 tidak ada fasilitas ekspor jagung dilakukan setelah ditahun 2018 Sulsel berhasil mengeskpor jagung biji sebanyak delapan kali dengan volume 61,8 ribu ton.

“Setelah melalui serangkaian tindakan karantina termasuk fumigasi untuk menghilangkan serangga hama gudang dan persyaratan negara tujuan terpenuhi, jagung biji bisa segera diekspor,” papar Yusmanto.

Rekomendasi Ditjen Teknis

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil secara terpisah menyebutkan pihaknya bertugas mengawasi dan mengendalikan keamanan dan mutu pangan juga pakan produk pertanian saat ekspor, impor dan lalu lintas antar area atau domestik.

Khusus untuk Jagung yang masuk dalam 11 bahan pangan pokok, sebelum melakukan sertifikasi ekspor, telah dipastikan kebutuhan lokal terhadap jagung telah terpenuhi.

“Ekspor jagung telah mendapat rekomendasi ditjen teknis dan ini juga merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas harga disaat panen raya,” jelasnya.

Jamil juga turut mengapresiasi ekspor jagung yang telah berhasil dilakukan, dan ini turut membuktikan bahwa pembangunan pertanian di Sulsel telah sesuai dengan program yang telah ditetapkan on the track.

Terkait