Dugaan Kecurangan Pilkada Berembus di Pangkep

Penyerahan tanda bukti penerimaan laporan terkait dugaan kecurangan penyelenggaraan Pilkada 2020 Pangkep di Bawaslu Sulsel, Jumat (19/12/2020). (mit)

STARNEWS.ID, PANGKEP – Rapat pleno berkaitan Pilkada 2020 Pangkep telah dilaksanakan. Namun Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politica (LP2TRI) mengendus adanya kecurangan pada pilkada yang digelar 9 Desember 2020 itu.

Menurut Sekretaris LP2TRI, Sukma Paramita pilkada yang memenangkan memenangkan pasangan nomor urut 1, Muhammad Yusran Lalogau – Syahban Sammana di Pangkep itu berindikasi adanya kecurangan yang melibatkan oknum panitia penyelenggara. Pelaksanaannya pun diduga sarat praktik money politic (politik uang).

Bacaan Lainnya

“Kecuragan yang terjadi sangat merugikan pasangan Rahman-Muamar, Ilham-Risma dan Anir-Luthfi,” ungkap Sukma.

Indikasi paling mencolok yang ditemukan adalah penggelembungan suara dari form C6. Disebutkan, dalam catatan tim LP2TRI mendapatkan ketidaksesuaian antara data daftar pemilik tetap (DPT) dengan form C6 yang diedarkan.

Beberapa waktu yang lalu, terbukti seorang oknum penyelenggara di wilayah kepulauan melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara yang menyebabkan Bawaslu merekomendasikan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa kejadian serupa adalah pesanan yang sangat mungkin terjadi di semua TPS yang ada.

“Kami menemukan indikasi kecurangan dalam Pilkada Pangkep yang baru berlangsung, ini akan sangat mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung. Karena itu, besok LP2TRI didampingi kuasa hukum akan memasukkan laporan temuan kecurangan ke Bawaslu Pangkep”, tegas Sukma.

Sekadar diketahui, LP2TRI merupakan lembaga pemantau Pilkada yang telah diakreditasi oleh KPUD Pangkep untuk turut mengawasi pelaksanaan pilkada serentak di Pangkep. (mit)


Pos terkait