Farouk M Betta: Golkar Makassar Solid Dukung Taufan Pawe

Suasana konsolidasi yang dilakukan partai Golkar dibawah pimpinan Taufan Pawe. (foto ist)

STARNEWS.ID, MAKASSAR -Roadshow konsolidasi Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe pasca penerbitan SK dimulai. Wali Kota Parepare terlebih dahulu mengunjungi sektretariat DPD II Golkar Makassar, Jalan Lasinrang, Jumat, 27 November 2020.

Taufan Pawe disambut meriah pengurus Golkar Makassar.Diantaranya Ketua Farouk M Betta, Sekretaris Abdul Wahab Tahir dan 12 pimpinan kecamatan Golkar Makassar.

Bacaan Lainnya

Sementara Taufan Pawe didampingi Sekretaris Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng, Ketua AMPG Sulsel Rahman Pina dan sejumlah elit Golkar Sulsel.

Dalam sambutannya, Faraouk mengatakan, pasca SK pengurus Golkar Sulsel periode 2020-2025 yang diturunkan DPP, seluruh perangkat dan pengurus DPD II Golkar Makassar menyatakan dukungan kepada Taufan Pawe.

“Kami menyatakan taat asas. Saya dan teman-teman sudah bersepakat semua, kami tunduk patuh solid dan kami bagian dari Pak Taufan Pawe. Kami mau ditempatkan ke kiri atau ke kanan kami selalu siap,” kata Farouk disambut meriah kader Golkar Makassar.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe mengatakan, Farouk merupakan kader pertama yang mendorong dirinya maju sebagai calon ketua DPD I Golkar Sulsel.

“Tapi dalam perjalanannya dia gigit saya dalam dari belakang. Tapi gigitannya tidak sakit. Hanya menggelikan,” kata Taufan, membuka sambutan dengan gurauan.

Meski demikian, Ketua MKGR Sulsel ini mengaku tidak dendam karena dalam politik tak boleh ada dendam. Ia pun mengajak, Aru bersama pengurus Golkar Makassar untuk bersama- sama membangun dan membesarkan Partai Golkar.  Apalagi Kota Makassar merupakan barometer perpolitikan Sulsel. Sehingga, jika ingin membesarkan Golkar Sulsel harus membesarkan Golkar Makassar.

“Tak boleh ada dendam dalam politik, karena itu jangan biarkan saya mengurus Partai Golkar sendirian. Taufan Pawe bukan siapa-siapa. Tetapi jiwa semangat saya jangan diragukan untuk ikut membesarkan Golkar. Karena sesungguhnya partai Golkar ini bukan milik individu, bukan milik kelompok, atau keluarga. Tetapi sesunguhnya milik kader semua,” pungkasnya. (*/uba)

Pos terkait