Galakkan Event Kepariwisataan Strategi Dispar Barru Pancing Wisatawan

Kabid Analisa Pariwisata dan Kerja Sama Dispar Barru, Amiruddin. (FANDY/starnews.id)

STARNEWS.ID, BARRU — Sosialisasi dan pemasaran yang minim dinilai penyebab pariwisata di Barru lambat berkembang. Olehnya itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Barru perlu menyusun strategi program jangka panjang.

“Kami (Dinas Pariwisata) mempunyai rencana ke depan. Gambaran sehubungan program tersebut untuk pengembangan destinasi, kita akan menyusun program dalam skala prioritas pembangunan tempat pariwisata yang berada di Kabupaten Barru,” ujar Kepala Bidang Analisa Pariwisata dan Kerja Sama Dispar Barru, Amiruddin, Sabtu (13/2/2021).

Diakui, perlu adanya dukungan dalam hal pemasaran. Seperti membangun komunikasi dengan para pelaku wisata sebagai agen pemasaran. Juga mengikuti event-event dengan perencanaan yang sudah disiapkan.

“Event-event kita berusaha bagaimana bisa laku. Kemudian pemasaran juga, kita akan memperkuat Focus Group Discussion evaluasi tentang pemasaran, dan tentunya akan melibatkan stackholder yang terkait dengan pariwisata. Termasuk di dalamnya pelaku wisata,” jelas Amiruddin.

Bisa dikata, potensi wisata di Barru sangat lengkap. Selain wisata alam dan bahari, Barru juga memiliki wisata budaya.

“Kalau kita bicara wisata alam, di Barru banyak sekali. Termasuk sudah dikembangkan yaitu Lappalaona, hutan pinus. Kemudian wisata alam termasuk wilayah bahari seperti pulau Paninkia serta pulau yang dikembangkan oleh daya wisata Pulau Dutungan,” jelasnya.

“Belum lagi kita bicara soal sejara-sejarah terbentuknya tentara di wilayah Sulawesi. Di mana kita memiliki monumen Pattike (monumen pembetukan persatuan di Sulawesi),” imbuhnya.

Dia mengakui, pemerintah sekarang sangat mendukung. Dalam hal pengembangan pariwisata dengan terbukti, masuknya salah satu program prioritas pembangunan di kab. Barru.

Berkenaan daya tarik wisata, kata Amiruddin, tentunya perlu menyiapkan akses guna memudahkan wisatawan menjangkau tempat-tempat wisata.

“Artinya, infrastruktur jalan yang paling penting sekali. Kedua bagaimana mempublikasikannya secara luas, supaya Barru bisa dikenal. Kemudian bagaimana membangun dengan pelaku (wisata) bisa menghadirkan para wisatawan di Barru. Dan yang terpenting, bagaimana membangun pariwisata yang berada di wilayah pariwisata,” imbuhnya.

Menurutnya kaum milenial yang berada di Barru memiliki potensi sangat besar untuk memasarkan wisata dan giat memberikan informasi. Apa lagi ini di tengah pandemi Covid-19 yang membuat angka wisatawan lokal menurun.

“karena virus covid jumlah wisatawan itu agak menurun, sebelum (covid) menyentuh ratusan ribu yang berwisata. Karena covid cukup berpengaruh bukan berarti kami berhenti melakukan gerakan, tetapi bagaimana kita mengiatkan informasi. Karena kita tau bersama bahwa generasi milenial yang dibarru ini kurang lebih 50ribu orang, jadi ini bisa sebagai potensi pasar dalam daerah,” aku Amiruddin.

Mewakili Dinas Pariwisata dan Pemerintah Daerah, Amiruddin, berterima kasih kepada ASITA karena telah berkunjung dan memberi arahan terkait pemasaran dan promosi pariwisata yang berada di Barru.

“Terutama memasarkannya. Dimulai paket-paket wisata yang mulai dibikin atau dibuat oleh ASITA atau biro perjalanan yang menjadi anggota ASITA,” pungkasnya. (fan/dam)


Pos terkait