Gegara Bantuan Covid-19, Oknum Wartawan Dilapor Polisi

Suasana saat oknum yang mengaku wartawan dipolisikan gegara bantuan Covid 19. (foto ist)

STARNEWS.ID, GOWA – Pil pahit ditelan oleh oknum wartawan media online di Kabupaten Gowa. Dia dilapor atas tudingan terhadap seorang staf desa, Winda Widiarti. Dia adalah anak kandung dari Sekretaris Desa (Sekdes) Panciro, Abd Rahman.

Oknum wartawan tersebut menerbitkan sebuah pemberitaan yang dianggap sepihak oleh Abd Rahman, yang menyudutkan anaknya tersebut. Tanpa melalui klarifikasi soal bantuan penanganan covid-19 di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Winda Widiarti dianggap telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) penanganan covid-19, yang disalurkan oleh pemerintah malah dipakai untuk kebutuhan pribadi. Tidak disalurkan kepada warga sekitar yang lebih membutuhkan.

Oknum wartawan itu berinisial SP pun kini dilapor ke Polres Gowa atas pemberitaannya tersebut. Namun SP menganggap, pemberitaan yang ia buat telah benar dan melalui proses klarifikasi kepada Winda, maupun kepada Sekdes Panciro. Namun SP tidak mendapat respons dari keduanya.

“Ada sumber meminta kepada saya untuk diberitakan. Anak dari anak pak Sekdes ini menerima BST. Itu yang saya mau tahu. Tapi tidak ada respons,” kata SP di ruang penyidik Polres Gowa, Minggu (10/5/2020).

Abd Rahman dan Winda pun geram atas pemberitaan tersebut. Dia pun melapor oknum wartawan itu ke penyidik Sat Reskrim Polres Gowa.

Oknum wartawan dan pihak Sekdes tersebut sempat dipertemukan di ruang penyidik untuk dimediasi.

Namun Abd Rahman terlanjur marah terhadap oknum wartawan itu. Dia dan anaknya itu tetap akan membuat laporan polisi atas pemberitaan yang dibuat oleh SP.

Abd Rahman mengatakan, informasi yang diperoleh oleh oknum wartawan soal BST tersebut, masih harus diverifikasi dan belum layak diberitakan. Apalagi menyebut anaknya itu telah menerima BST. Sementara masih banyak warga lain yang lebih membutuhkan.

“Saya juga belum tahu, apakah bantuan dari pemerintah ada atau tidak ada. Bahkan sudah banyak warga saya yang bertanya soal bantuan itu, namun belum ada apa-apa. Dan mengapa SP mengangkat berita tanpa konfirmasi kepada saya. Harusnya dia datang ke kantor,” kata Abd Rahman usai melapor ke SPKT Polres Gowa.

Tudingan itu pun sementara diselidiki oleh penyidik. Sementara oknum wartawan itu mengaku siap berhadapan dengan hukum, karena pemberitaan yang ia buat telah sesuai kode etik jurnalistik.

Laporan polisi itupun telah keluar, dengan nomor STTLP/397/V/2020/SULSEL/RES GOWA/SPKT yang dilaporkan oleh Winda Sendiri, sebagai orang yang sangat keberatan atas pemberitaan yang menyebut namanya tersebut. (star2)

Terkait