Gegara Telat Buka Pintu, Suami Ngamuk Tikam Istri dan Anak

  • Whatsapp
Inilah pelaku yang harus dilarikan ke rumah sakit karena mencoba melawan petugas yang akan meringkusnya. (foto ist)

STARNEWS.ID, PANGKEP – Karena dirasuki emosi yang tak kendali, seorang suami rela menusuk istrinya hingga terkapar bersimbah darah.

Padahal hanya dipicu persoalan sepele, seorang suami di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep tega menghabisi nyawa istrinya, Jumat Dinihari (17/1/2020). Pelaku bernama Muhammad Arsyad (61) dan istrinya bernama Fatmawati (41).

Pelaku menghabisi nyawa istrinya dengan menusuk sekujur tubuh korban secara membabi buta. Tercatat ada 29 tusukan yang dilakukan pelaku kepada korban hingga meregang nyawa di TKP.

Baca Juga

Selain menusuk sang istri, pelaku juga ternyata menikam anak tirinya, Muhammad Thalib yang masih berusia 9 tahun.

Tindakan biadab yang dilakukan Arsyad itu bermula saat dia baru pulang ke rumahnya. Namun di dalam rumah sang istri yang sudah tertidur tak kunjung membuka pintu.

Ditambah adanya masalah dalam keluarga tersebut, Pelaku pun naik pitam. Dia kemudian merusak kaca jendela bagian belakang rumah dan masuk ke dalam rumah melalui jendela tersebut dan marah-marah.

Korban pun terbangun mendapati suaminya yang sedang emosi dengan menggenggam sebilah badik. Korban pun berusaha meminta tolong dan berteriak. Kemudian korban berlari menuju rumah tetangganya untuk meminta tolong.

Pelaku terus mengejar korban yang terhenti di teras rumah tetangganya. Di sana, Arsyad langsung menghujamkan tusukan kepada isterinya mulai di bagian perut, leher, kepala, hingga kaki. Korban yang sudah tak berdaya pun terkapar di depan pintu.

Anak korban yang melihat ibunya terbaring dan bersimbah darah pun menyusul. Sesampainya di sana, dia pun langsung dianiaya oleh ayah tirinya tersebut. Dia ditusuk sebanyak tiga kali di bagian perut, dan tangan kemudian ikut terkapar dii samping ibunya yang sudah meregang nyawa.

Usai menghujani istri dan anak tirinya dengan tusukan badi, pelaku kemudian kabur untuk bersembunyi. Warga yang sudah berdatangan berusaha menolong korban. Namun hanya nyawa sang anak saja yang berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan intensif.

Polisi yang mendapatkan laporan kejadian tersebut langsung turun ke lapangan dan mencari pelaku. Hampir tiga jam berselang pelaku akhirnya berhasil diamankan di kediaman keluarganya.

Polisi yang berusaha mengamankannya ternyata mendapat perlawanan dari pelaku. Akibat perbuatannya pelaku harus meringkuk di balik jeruji besi. (star1)

Pos terkait