Gelar DEA, Diskominfo-SP Bantaeng Pacu Lahirkan Talenta Digital UMKM

STARNEWS.ID, BANTAENG — Pemkab Bantaeng tengah fokus memacu lahirnya para talenta digital di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di antaranya, melalui pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA), Sabtu (7/11/2020).

Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama Dinas Kominfo Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Bantaeng di Hotel Ahriani Bantaeng.

Bacaan Lainnya

Mewakili pihak penyelenggara, Syarifuddin Akbar yang juga kepala Bidang Pengembangan SDM Kominfo pada Balai Besar Pengembangan SDM Kominfo di Makasaar menuturkan, perkembangan dunia digital saat ini menuntut kemampuan digital yang baik.

“Program ini sejalan upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi era revolusi industri 4.0,” tutur Syarifuddin.

Sementara Kepala Diskominfo-SP Bantaeng, Syahrul Bayan menyatakan, pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan pelatihan tersebut. Juga menyampaikan rasa hormat dan bangga atas kolaborasi kebaikan Negeri ini.

“Dalam kondisi saat ini, di mana berkumpul dan berkerumun dibatasi, usaha secara online memang merupakan solusi yang tepat. Dan diperlukan peningkatan dan pengembangan Literasi Digital sehingga ini akan menambah daya dorong untuk pengembangan usaha untuk Ibu Rumah Tangga dan yang bergerak disektor UMKM” kata Syahrul.

Syahrul Bayan yang juga akrab di sapa SBY itu pun melanjutkan, produk UMKM harus diperkenalkan agar bisa mencapai konsumen.

“Dengan memanfaatkan sarana TIK yang sudah ada di tangan kita masing masing, dan itu semua karena ada ilmu yang kita miliki sehingga bisa menjadi media jejaring untuk mempromosikan Produk Produk UMKM dari Bantaeng. Dan sudah banyak contoh produk Baik dari Bantaeng tentunya,” ungkap dia.

“Bagaimanapun bagusnya produk kalau tidak dikenal tidak akan maksimal juga. Makanya melalui pelatihan ini peserta akan dilatih teknik mempromosikan produk secara online. Dan semoga peserta training yang memang untuk IRT ini bisa berperan secara maksimal,” imbuhnya.

Tidak lupa, Syahrul Bayan berpesan agar peserta pelatihan senantiasa melaksanakan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Diharaoka juga selalu memanfaatkan sarana pemerintah di Kabupaten Bantaeng. Misalnya, Balai Latihan Kerja Bantaeng, Rumah Kreatif Bantaeng dan pangsa pasar yang sudah terbuka lebar.

Sebagai informasi, pelatihan diikuti pelaku UMKM, ibu rumah tangga, dan berbagai kalangan lain. Adapun para instruktur pelatihan, telah terstandar training of trainer yang dilakukan Kementerian Kominfo RI melalui Balai Besar Pengembangan SDM Kominfo Makassar, dan target secara nasional mencapai 60 ribu orang. (rls/dam).


Pos terkait