Genjot Teaching Factory, SMK Negeri 5 Gowa Gandeng Perusahaan Mitra Industri

Kepala UPT SMK Negeri 5 Gowa, Drs Muh Yusuf menandatangani nota kesepahaman dalam rangka teaching factory dan kemitraan dunia usaha dunia industri di Padivalley, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Selasa, (6/4/2021).(Foto Rusli Haisarni)

STARNEWS.ID,GOWA— UPT SMK Negeri 5 Gowa terus menggenjot metode pembelajaran teaching factory. Sejumlah perusahaan mitra industri ikut digandeng dalam pengembangan teaching factory ini.

Hal itu ditandai dengan penandatangan perjanjian kesepahaman (MoU) dalam rangka teaching factory dan kemitraan Dunia Usaha Dunia Industri (Dudika) di Padivalley Golf International, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Selasa (6/4/2021).

Kegiatan penandatangan MoU itu dilakukan oleh Kepala UPT SMK Negeri 5 Gowa, Muh Yusuf, Kepala Cabang Dinas Wilayah II Makassar-Gowa, Dinas Pendidikan Sulsel, Fitri Ari Utami dan pihak perusahaan mitra industri.

Selain SMK Negeri 5 Gowa, penandatangan kerjasama ini juga dilakukan oleh Kepala UPT SMK Negeri 2 Gowa, Nurhadi serta Kepala UPT SMK Negeri 4 Gowa, Kamaruddin.

Kepala Cabang Dinas Wilayah II Makassar-Gowa, Fitri Ari Utami dalam sambutannya mengatakan, penandatangan kerjasama ini sebagai upaya pengembangan kualitas kompetensi siswa SMK.

“Saya berharap kerjasama ini tidak sekadar seremonial saja. Tetapi bagaimana mindset anak-anak dibimbing dalam dunia industri. Sehingga berkompeten dan memiliki keahlian di bidangnya,” ujar Fitri.

Diakui Fitri, tingginya angka pengangguran  masih menjadi masalah bagi pemerintah Indonesia. Karena itu, SMK sebagai sekolah vokasi harus berperan dalam membantu menyiapkan lulusan siap kerja sehingga bisa meminimalisasi pengangguran.

“Kita harus pintar-pintar mengakali situasi sekarang. Keterlibatan mitra industri dan sekolah dalam berkolaborasi mendukung kurikulum SMK dapat efektif menyiapkan lulusan yang siap diserap menjadi tenaga kerja,” tukasnya.

Adapun mitra industri yang diajak kerjasama oleh SMK Negeri 5 Gowa antara lain PT Telkom Makassar, Daihatsu (PT Kharisma Sentosa Makassar), Yamaha (PT Suraco Jaya Abadi Motor), PT IKI (Persero), CV Sanwey Technique, BPPMV KPTK serta Stiba Makassar.

Manager Business Service Telkom Makassar, Ruruk Yusuf Logen menyebutkan, di akhir tahun 2020, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan 115 SMK di seluruh Indonesia.

Untuk tahun 2021, PT Telkom menargetkan 150 SMK baru yang diajak bekerjasama.

“Telkomsel merupakan satu-satunya BUMN telekomunikasi yang mempunyai jaringan fiber optik sepanjang 1.660 kilometer atau setara dengan hampir 40 keliling dunia. Itu sudah mencapai hampir wilayah seluruh Indonesia. Kita harapkan alumni SMK ini bisa diserap sebagai tenaga kerja,” tandasnya.

Kegiatan penandatangan kerjasama teaching factory dan kemitraan Dudika ini dirangkaikan dengan pengukuhan Satgas Covid-19 sebagai persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022 bulan Juli mendatang yang dilakukan oleh Kacab Dinas Wilayah II Disdik Sulsel, Fitri Ari Utami. (rus)


Pos terkait