Gerak Misi Tuntut Indikasi Tipikor pada Proyek Pembangunan Lapangan Syekh Yusuf  Gowa

Massa Gerak Misi terlihat berdesakan dengan aparat kepolisian Polres Gowa, Kamis (22/4/2021). (foto ist)

STARNEWS.ID, GOWA – Puluhan Mahasiswa serta Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) berunjuk rasa di depan Kantor Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR), Gowa.

Beberapa tuntutan terpampang jelas di petaka aksi unjuk rasa terkait adakanya indikasi penyelewengan anggara peningkatan lapangan Syekh Yusuf Gowa tahap I dan II.

Bacaan Lainnya

Jendral Lapangan, Gaslim Solissa sangat menyesalkan kondisi sosial yang terjadi dan masih maraknya tindak pidana korupsi (Tipikor) khususnya dalam lingkup Kabupaten Gowa.

Aksi unjuk rasa terkait indikasi penyelewengan anggaran peningkatan lapangan Syekh Yusuf Gowa tahap I dan II yang dilakukan oleh Gerak Misi ini menuntut adanya transparansi anggaran yang semestinya dapat dijabarkan oleh pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Gowa sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Inilah spanduk pengunjukrasa yang mendesak pengusutan dugaan Tipikor pembangunan Lapangan Syekh Yusuf Gowa, Kamis (22/4/2021).

Namun, Kepala Dinas PUPR Gowa seakan tidak menggubris dan tidak peduli dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh GERAK MISI, dan sepantasnya penyampaian pendapat di muka umum ini mestinya mendapatkan pelayanan dengan baik, sesuai yang tercantum dalam UU. No 19 Tahun 1998 juga UUD 1945 Pasal 28E.

Sesuai dengan proses investigasi dan kajian oleh Gerak Misi, proyek pembangunan peningkatan lapangan Syekh Yusuf yang dilaksanakan pada Mei – November 2019, atas pengerjaan tersebut kemudian diberikan addendum penambahan waktu hingga Desember 2019, dengan total dana sebesar 15 Milyar

“Berdasarkan hasil investigasi kami dari GERAK MISI, ditemukan indikasi penganggaran yang tidak sesuai, anggaran kurang lebih 15 M sangat tidak sesuai dengan volume lapangan.” Seru Gaslim Solissa dalam orasi ilmiahnya dengan tegas.

Proyek peningkatan lapangan Syekh Yusuf Gowa tersebut yang dikatakan telah berada dalam tahap finis, namun realitanya masih terdapat pembangunan hingga hari ini, dengan itu dapat diindikasi bahwa terdapat kegagalan konstruksi pada proyek tersebut.

Di lain sisi, kalkulasi volume bangunan dengan anggaran yang tidak main-main banyaknya sangat tidak sesuai dengana sarana dan prasarana pada lapangan Syekh Yusuf, itu kemudian menjadi pertanyaan besar oleh publik dan dapat diindikasi terdapat penyelewengan anggaran.

“Kabupaten Gowa adalah daerah berpendidikan, tidak sepantasnya koruptor dipelihara dan diberi makan dengan uang yang diperuntukkan kepada rakyat. Tangkap dan adili pelaku TIPIKOR proyek pembangunan lapangan Syekh Yusuf Gowa” Seru Ishak, selaku Koordinator Lapangan dalam orasinya.

Setelah beberapa jam melakukan aksi unjuk rasa, bukannya diterima dengan pelayanan dengan baik, peserta aksi malah mendapatkan tindakan represif yang dilakukan oleh pihak aparat kepolisian dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.

“Aksi kami akan terus berlanjut dengan massa yang jauh lebih banyak dan tidak akan berhenti sampai tuntutan kami diterima, kami tidak tahan dengan perlakukan para penguasa yang dengan tega mengeskploitasi rakyat di Gowa” Kata Jendral Lapangan, Gaslim Solissa. (*/uba)


Pos terkait