Gowa Keciprat DAK Pendidikan Rp38 Miliar, Pelaksanaannya Non Swakelola

Kondisi salah satu gedung SMP di Kabupaten Gowa diabadikan, Rabu (14/4/2021). Tahun ini pusat mengalokasikan DAK pendidikan ke Kabupaten Gowa sebesar Rp38 Miliar. (Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWS.ID,GOWA— Kabupaten Gowa kembali keciprat Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun ini dari pemerintah pusat.

Hanya saja, pelaksanaan pekerjaannya tak lagi swakelola. Akan tetapi dikontraktualkan alias dipihakketigakan. Proses pekerjaan diserahkan ke pihak rekanan.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kabupaten Gowa, Rieke Susanti mengatakan, pelaksanaan DAK pendidikan tahun ini memang berbeda. Tahun-tahun sebelumnya, pekerjaan DAK pendidikan diserahkan penuh kepada pihak sekolah penerima.

“Pelaksanaannya dikontraktualkan. Tak lagi swakelola,” ujar Rieke saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (14/4/2021).

Kata dia, DAK dikontraktualkan itu merupakan aturan dari pusat. “Ini (Dikontraktualkan,red) petunjuk teknis (Juknis) pusat. Bukan kita yang menentukan. Tanyakan maki ke pusat,” tukasnya.

Bekas pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gowa ini menyebutkan, 2021 ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran DAK pendidikan untuk Gowa sebesar Rp38 miliar.

Anggaran itu akan digunakan untuk rehab fisik gedung sekolah. Plus pengadaan alat pembelajaran. Meliputi PAUD, SD dan SMP.

“Satu sekolah itu dapat rehab dan pengadaan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Gowa, Dr Salam juga membenarkan bahwa sesuai juknis pusat, pekerjaan DAK tahun ini dikontraktualkan.

“DAK 2021 dikontraktualkan. Beda tahun lalu swakelola,” katanya.

Pihak sekolah penerima program DAK pendidikan kurang sepakat dengan aturan kontraktual ini. Sebaliknya mereka lebih berharap, pelaksanaan DAK dilakukan secara swakelola. Sebab dijamin hasil pekerjaan lebih baik dibanding dipihakketigakan.

“Harapannya begitu. Swakelola. Sekolah yang bertanggungjawab penuh pelaksanaan pekerjaan,” harap Kepala SMP Negeri 1 Pattallassang, Kalimuddin yang sekolahnya masuk salah satu penerima DAK pendidikan. (rus)


Pos terkait