Hari Kartini, UMI Tegaskan Tak Ada Diskriminasi Terhadap Perempuan di PT

Ilustrasi Raden Ajeng Kartini (foto liputan6)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – 54 tahun lalu, Presiden pertama RI, Ir Soekarno memutuskan, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ini untuk mengenang jasa pahlawan perempuan pejuang kesetaraan itu.

Hari Kartini sebagai simbolitas kesetaraan dalam status sosial tanpa memandang identitas gender setiap orang. Salah satunya adalah semua orang berhak mengakses pendidikan setinggi mungkin tanpa terbebani.

Bacaan Lainnya

Peringatan Hari Kartini bagi Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr H Basri Modding SE MSi cukup menarik. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini mengaku, sebagai lembaga Pendidikan dan dakwah, UMI mengusung konsep kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan untuk mengakses pendidikan tinggi di UMI tanpa adanya diskriminasi.

“Sedari awal, UMI tidak pernah memandang jenis kelamin untuk berkuliah. Banyak tokoh-tokoh perempuan hebat, Salah satu tokoh Kartini di UMI, adalah Ibu Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA Rektor UMI (Periode 2010-2018) , ” ungkap Prof Basri Modding, Selasa (21/4/2020).

Bagi Prof Basri, saat ini perempuan juga memiliki peluang yang sama dengan laki-laki dalam berbagai sektor strategis pembangunan bangsa.

Namun yang tidak kalah penting kata Rektor UMI ini, perempuan juga tetap memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga yang mendidik generasi berikutnya meski tetap beriringan dengan laki-laki(suami).

“Ibu pertiwi itu diksinya adalah perempuan. Artinya masa depan generasi ada dalam didikan seorang ibu,” beber Prof Basri Modding.

“Selamat hari Kartini. Ini adalah momentum untuk merefleksi kembali perjalanan bangsa bahwa perempuan juga bisa tonji,” tutup mantan Direktur Pascasarjana UMI ini. (star1)

Terkait