Hidup Susah, Warga Polman Gantung Diri di Pohon Kakao

Inilah TKP dimana korban nekad gantung dengan tali di bawah pohon kakao di belakang rumahnya. (foto alim/starnews.id)

STARNEWS.ID, POLMAN – Diduga terbelit masalah ekonomi, seorang warga Desa Palatta, Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon kakao, Rabu, (2/6/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang diketahui bernama Burhan (26). Sebelum melakukan aksi bunuh diri, korban mengeluh kepada istrinya karena kondisi kehidupan rumah tangga mereka yang hidup dalam serba kekurangan.

Bacaan Lainnya

Namun istrinya Gati (26) tidak menyangka dan menaruh curiga suaminya akan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Suami saya selalu bertanya sama saya sampai kapan kita hidup begini serba kekurangan dan tidak punya apa-apa,” tutur istri korban yang tengah hamil.

Kapolsek Tapango Ipda Taufik yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Korban ditemukan istrinya saat sedang menyapu. Saksi mendapati suaminya tergantung di pohon kakao dengan tali di leher tepat di belakang rumah korban.

Istrinya pun langsung berteriak minta tolong sehingga warga sekitar berkerumun dan menurunkan korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban gantung diri diduga depresi memikirkan hidupnya serba kekurangan, serta istrinya saat ini sedang hamil.” terang Kapolsek Tapango Ipda Taufik.

Korban diduga gantung diri sekira pukul 01.00 WITA. Karena menurut istri korban, masih sempat bertanya kepada istrinya sudah jam berapa namun istrinya menjawab sudah jam 12.00 WITA.

Setelah korban bertanya kepada istrinya, istrinya langsung masuk kamar untuk tidur, dan setelah itu korban tidak pernah masuk ke kamarnya. (lim/uba)

Terkait