Hasil Lelang Lahan Sertifikat Tanah BRI Sungguminasa Dipersoalkan

Suasana kantor BRI Sungguminasa yang hasil lelangnya diprotes, sehingga menimbulkan kegaduhan. (foto ist)

STARNEWS.ID, GOWA – Pengumuman Hasil Lelang Lahan Sertifikat Hak Tanggungan yang dilaksanakan oleh PT Bank Rakyat Indonesi (BRI) Cabang Sungguminasa dipersoalkan oleh salah seorang pemenang lelang, Herman Arifin.

Warga Makassar ini menuntut pihak BRI selaku pelaksana lelang bertanggungjawab atas sertifikat yang ia beli karena lokasi atau lahan dalam sertipikat tanah yang dimaksud tidak ada, bahkan diklaim dimiliki oleh orang lain yang bersertipikat Hak Milik.

Muat Lebih

“Lokasi atau lahan dimaksud yang berada dalam sertifikat ini adalah milik orang lain atas nama Hj. Faisah Hasyim, bukan seperti yang ada dalam sertifikat yakni atas nama Muji Gani Basomandica yang beralamat di jalan Mangka dg Bombong, kelurahan Paccinongan, Kabupaten Gowa,”Keluhnya kepada sejumlah wartawan usai mengikuti sidang gugatan pembatalan Risalah Lelang, di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Kamis (28/11/2019) siang.

Dalam tuntutannya Herman hanya meminta pihak BRI mau bertanggungjawab dengan mengembalikan uang pembelian sertifikat hak Tanggungan  hasil lelang tersebut.

“Saya hanya meminta pihak pelaksana lelang yakni BRI mengembalikan uang pembelian sertifikat, dan membatalkan Risalah Lelang. Jelas ini sangat merugikan saya, masa tanah yang kami beli adalah milik orang lain,”jelasnya.

Sebelum mengikuti lelang, dirinya mengaku terlebih dahulu mendapatkan informasi dari situs web pengumuman lelang dari BRI. Olehnya itu iapun mengikut proses lelang dan berhasil memenangkannya. Namun setelah mengecek kembali lokasi tersebut, ternyata lahan yang dimaksud adalah milik orang lain, tidak sesuai dengan yang tertera dalam sertifikat yang ia peroleh dari BRI Sungguminasa.

“Setelah saya mulai meninjau kembali lokasi, ternyata ada yang mengaku memiliki tanah tersebut dengan bersertipikat Hak Milik no 1. Kenapa bisa seperti ini,”ungkapnya. 

Sementara itu Budi Minzathu selaku Kuasa hukum termohon mengaku telah melaporkan kejadian ini secara hukum di Polda Sulsel pada 21 Oktober 2019 lalu dengan laporan kasus penipuan dan penggelapan.

“Kamis juga sudah menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Polda sulsel terkait penipuan dan penggelapan. Kami berharap agar penyidik menindak lanjuti laporan ini,”ungkapnya.

Lebih jauh Budi mengemukakan bahwa saat itu proses lelang yang dilakukan oleh BRI Sungguminasa yakni dilaksakan pada 12 Agustus 2019 lalu, saat itu klainnya mememangkan lelang dengan nilai Rp.697.500.000, dari nilai limit Rp.510.000.000 dengan luas lahan  
3.453 M2.

“Jadi kami hanya meminta pihak BRI mau mengembalikan uang hasil lelang kami secara keseluruhan, yakni sebesar Rp.773 juta. Dan jika tuntutan kami tidak digubris maka akan kita tuntut ganti rugi sebesar Rp.5 Miliar,”tegasnya.

Ditempat terpisah, Bagian Lelang BRI Sungguminasa, Eko Arjianto yang diminta tanggapannya terkait gugatan tersebut tidak berbicara banyak. Ia hanya menyarankan wartawan menghubungi  bagian Legal Officer BRI Kantor Wilayah Makassar.

“Bukan ranah saya untuk menjawab hal tersebut, silahkan konfirmasi ke bagian Legal Officer,”katanya, saat ditemui di Kantor BRI Sungguminasa. (star2)

Pos terkait