Indonesia Kesulitan Hadapi 9 Pemain Singapura, Ini Kata Shin Tae-yong

Penjaga gawang Singapura, Hassan Sunny (hijau) bermain sangat bagus meski dia harus kebobolan empat gol pada semifinal leg kedua Piala AFF 2020. (int)

STARNEWS.ID, SINGAPURA — Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak final Piala AFF 2020. Keberhasilan itu diraih setelah Asnawi Mangkualam Bahar dkk mengandasan Singapura dengan skor 4-2 lewat ektra time.

Meski menang dengan selisih dua gol, namun itu diraih dengan susah payah. Bahkan Indonesia harus melakoni pertandingan selama 120 menit. Padahal, Singapura hanya bermain dengan 9 pemain sejak pertengahan babak kedua.

Pemain Indonesia tampak kesulitan menghadapi Singapura yang hampir saja membuat malu Indonesia andai saja peluang tendangan penalti di menit akhir pertandingan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Melihat hal ini, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong mengatakan jika timnya diisi pemain muda. Menurutnya, timnya perlu belajar bagaimana memanfaatkan keuntungan.

“Kami adalah tim relatif muda dan ketika kami memiliki keuntungan, kami perlu belajar bagaimana bermain dengan tenang sehingga kami harus mencoba untuk meningkat dari sini,” ujar Shin Tae-yong.

Melihat hasil yang diraih sunggu dramatis, pelatih asal Korea Selatan ini menyebut timnya seperti pergi dari ‘surga ke neraka’. “Kedua tim berjuang sangat keras dan kami benar-benar seperti pergi dari ‘surga ke neraka’ dalam pertandingan,” katanya.

Sementara itu, pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida dengan lapng dada menerima hasil ini. Dia pun buka suara terkait keputusan-keputusan wasit pada pertandingan yang berakhir dengan tiga kartu merah yang didapat pemainnya.

“Pertandingan sepak bola akan berjalan baik kalau wasitnya baik. Selama pertandingan ini, saya mencoba untuk bertarung dan komplain ke wasit meski kita harus menerimanya,” tutur Tatsuma.

“Wasit adalah wasit. Mereka bilang foul (pelanggaran), itu berarti foul. Mereka bilang kartu merah, ya kartu merah. Kita harus terima. Ini sepak bola,” lanjutnya.

“Saya mau bilang ke pemain, jangan komplain ke wasit. Kartu kuning Safuan (Baharudin) harusnya tak pelanggaran. Irfan (Fandi) kartu merah tak ada yang menyangka. Begitu juga dengan Hassan (Sunny),” pungkas juru taktik asal Jepang ini. (pat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *