Kabur Usai Disergap, Pencuri Uang Ratusan Juta di Gowa Dihadiahi Timah Panas

Kapolsek Bontonompo, Iptu Totok didampingi Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan membeberkan penangkapan pelaku pencurian uang ratusan juta di Mapolres Gowa, Selasa (25/5/2021).(Foto : Humas Polres Gowa)

STARNEWS.ID,GOWA—- VA (30) masih meringis kesakitan. Luka tembakan di kaki kirinya sangat terasa. Sambil dipapah oleh rekannya, MN (17), VA berjalan meninggalkan area konferensi pers di halaman Mapolres Gowa, Selasa (25/5/2021).

VA terpaksa ditembak petugas karena berupaya kabur saat diminta menunjukkan barang bukti uang hasil curian. Sebelum dilumpuhkan VA diringkus oleh Tim Anti Bandit Polres Gowa di tempat kosnya di Makassar.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Bontonompo, Iptu Totok Rahyadi mengatakan, VA merupakan satu dari dua pelaku pencurian uang milik HR (50) senilai Rp145 juta.

VA bersama MN terlibat aksi pencurian di rumah HR pada bulan suci Ramadan lalu. Tepatnya hari Kamis, 6 Mei 2021 sekitar pukul 19.30 malam.

Dalam kasus pencurian ini, VA berperan sebagai eksekutor. Sementara MN yang lebih dulu diringkus di kediamannya di Dusun Taipajawwa, Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo berperan mengawasi TKP.

“Aksi kejahatan yang dilakukan VA dan MN ini saat pemiliknya pergi tarawih di Masjid. Uang itu disimpan di dalam laci kamar. Korban mengetahui kejadian setelah pulang tarwih memeriksa uangnya telah raib,” tutur Totok dalam konferensi pers di Mapolres Gowa.

Atas kejadian ini, keesokan harinya HR kemudian datang melapor ke Polsek Bontonompo. Setelah melakukan penyelidikan, pelaku pencurian uang milik HR itu akhirnya berhasil dideteksi.

“MN kita bekuk lebih dahulu. Saat diinterogasi, MN tidak sendiri melakukan pencurian. Tapi bersama VA. Polisi kemudian bergerak menangkap VA di Makassar. Saat diminta menunjukkan barang bukti di tengah perjalanan VA melarikan diri,” bebernya.

Sebelum dilumpuhkan dengan timah panas, polisi mengeluarkan tembakan peringatan. Hanya saja tak diindahkan oleh VA. Sehingga anggota mengambil tindakan tegas dan terukur dengan maksud melumpuhkan.

“VA ini merupakan otak dari aksi pencurian di rumah HR. Ia masuk ke rumah korban dengan memanjat pagar dan dinding. Kemudian naik ke plafon menuju kamar lalu merusak laci pakai obeng,” terangnya.

Adapun uang Rp145 juta yang digasak di rumah HR itu, sebagian digunakan kedua pelaku untuk berfoya-foya. Sebagiannya lagi disimpan di rumahnya.

“Kita amankan barang bukti di dua lokasi berbeda. Termasuk sisa uang korban sejumlah Rp 65.200.000 yang disimpan di rumah VA,” sebutnya.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan menambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 dan UU No 11 Tahun 2012 tentang sistim peradilan anak dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (rus)


Pos terkait