Kasus Covid-19 di Makassar Masih Tinggi

Ketua Epidemiologi Covid-19 Makassar, Ansariadi. (FADLY/starnews.id)

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Dalam sehari, kasus Covid-19 di Makassar berkisar antara 100 hingga 200. Demikian diungkapkan Ketua Epidemiologi Covid-19 Makassar, Ansariadi, Senin (15/2/2021).

Ia mengatakan, jumlah orang yang meninggal lantaran Covid-19 pada pekan ini kebanyakan dari kaum lanjut usia (lansia) atau orang tua. Jumlahnya sebanyak 26 orang. Sebelumnya hanya berjumlah 12 orang.

Bacaan Lainnya

“Kalau diibaratkan kendaraan, kecepatan covid di Makassar itu rata di kecepatan kencang. Penyakit menular itu tidak bisa langsung turun drastis. Pasti perlahan,” katanya di Rujab Wali Kota Makassar.

Ansariadi menjelaskan, saat ini, positivity rate di Makassar 20 persen. Hal ini dinilai masih tinggi. Karenanya itu, ia meminta agar masyarakat harus berperang penting untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“Harus ada kesadaran bersama untuk melawan covid19,” sebut dia.

Ansariadi menerangkan jika paparan virus corona (Covid-19) ini mengalami kenaikan hingga 100 persen atau Rumah sakit penuh, maka sesuai imbauan WHO harus dilakukan lockdwon.

“WHO menyatakan lockdown jika rumah sakit penuh. jika mendekati 100 persen itu bisa dilakukan. Dan Makassar tersisa 70 persen, itu berarti masih bisa bernafas sedikit. Sehingga langkah itu belum diambil,” imbuhnya.

Pakar epidemiologi ini menerangkan, bahwa kasus selama sepekan terakhir ini terus mengalami penurunan. Namun, hal itu harus melakukan pembuktian ulang.

“Ada penurunan tapi tidak drastis, namun itu lebih baik dibanding terjadi peningkatan eksponensial,” ungkapnya. (fan/dam)


Pos terkait