Kasus Orang Tua Cungkil Mata Anaknya di Gowa, Polisi Amankan 4 Pelaku

Kombes E Zulpan

MAKASSAR,STARNEWS.ID— Sungguh malang nasib AP (6 tahun). Anak yang masih di bawah umur ini nyaris buta setelah mata bagian kanannya dicungkil oleh orang tuanya sendiri.

Kejadian ini terjadi di Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Rabu (1/9/2021). Orang tua AP tega melakukan perbuatan sadis itu karena diduga tuntutan pesugihan. AP ingin dijadikan tumbal.

Bacaan Lainnya

Kasus ini telah ditangani aparat kepolisian. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, empat pelaku sudah diamankan.

Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial HAS (43), TAU (47), US (44) dan BAR (70).

“Empat orang yang merupakan orang tua anak itu, paman dan kakeknya sudah diamankan. Selain itu, polisi juga memeriksa 4 saksi,” ujar E Zulpan, Minggu (5/9/2021).

Perwira polri berpangkat tiga melati di pundak itu membeberkan, aksi yang dilakukan pelaku terbilang sadis. Kata Zulpan, mereka melakukan itu karena diduga di bawah pengaruh halusinasi.

“Pelaku ini mengaku di dalam tubuh korban terdapat penyakit yang harus di keluarkan dengan cara dicungkil pada bagian matanya,” tutur Zulpan.

HAS yang merupakan ibu kandung AP, mencungkil mata sebelah kanan korban dengan menggunakan jari tangan.

Sementara TAU yang merupakan ayah korban bersama pamannya US menjambak rambut korban.

Sedangkan kakeknya BAR membantu dengan memegang kepala dan badan korban, sehingga mengakibatkan mata sebelah kanan dari korban mengalami luka dan mengeluarkan darah.

Aksi biadab itu terjadi di kediaman korban sekitar pukul 13.30 WITA. Pihak personel Polsek Tinggimoncong bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian berhasil mengamankan para pelaku.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman menerangkan, dari hasil pemeriksaan polisi, dua pelaku di antaranya dibawa ke RSJ Dadi Makassar untuk menjalani pemeriksaan mental.

“Korban sendiri sementara berada di RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa untuk dirawat,” ujar Boby.

Kasus ini pun masih terus diselidiki secara intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi yang diperoleh, motif para pelaku melakukan penganiayaan itu karena berhalusinasi.

“Dugaan awal ada gangguan jiwa. Mereka mengaku mendapat bisikan gaib. Tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit,” tambahnya. (rus)


Pos terkait